Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»QRIS Tumbuh Pesat, Transaksi Digital di Kaltim Capai Rp5,92 Triliun
    Kaltim

    QRIS Tumbuh Pesat, Transaksi Digital di Kaltim Capai Rp5,92 Triliun

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 29, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Digitalisasi sistem pembayaran di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Hingga pertengahan 2025, nilai transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Kaltim telah mencapai Rp5,92 triliun atau menyumbang 53 persen dari total transaksi QRIS di seluruh Kalimantan.

    Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim, Agus Taufik, dalam sambutannya pada Talkshow Kaltim Digifest 2025 bertajuk “Di Balik Layar: Siapa Jaga Data Kita” yang digelar di Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat, 29 Agustus 2025.

    Menurut Agus, perkembangan sistem pembayaran nontunai, baik di tingkat nasional maupun daerah, terus membawa dampak positif. Tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pelaku UMKM, sektor ekonomi kreatif, hingga pemerintah daerah yang semakin efisien dalam menjalankan transaksi keuangan.

    “Transaksi QRIS di Kaltim tumbuh 173 persen hingga tahun 2025. Bahkan kontribusinya sangat besar, mencapai 53 persen dari total transaksi QRIS di Kalimantan. Ini artinya Kaltim menjadi penopang utama digitalisasi transaksi di wilayah regional Kalimantan,” ungkapnya.

    Agus menambahkan, ada tiga hal penting yang bisa dilihat dari tren ini. Pertama, tingkat akseptasi digital masyarakat Kaltim cukup tinggi, terutama generasi milenial dan generasi muda sebelum milenial. Berdasarkan data Katadata, indeks literasi digital Kaltim berada di angka 3,62, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat 3,4.

    Selain itu, jumlah pengguna QRIS di Kaltim kini sudah mencapai 213 ribu orang dari total penduduk sekitar 4 juta jiwa. Artinya, lebih dari 20 persen masyarakat Kaltim telah terbiasa bertransaksi menggunakan QRIS.

    “Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sudah cukup adaptif terhadap digitalisasi keuangan. Akseptasi digitalnya besar dan ini modal kuat untuk mendorong ekonomi ke depan,” kata Agus.

    Kedua, dari sisi pelaku usaha, terutama UMKM, digitalisasi terbukti memberi manfaat nyata. Transaksi nontunai yang tercatat secara otomatis membantu pelaku usaha memiliki laporan keuangan yang lebih rapi. Dengan begitu, akses pembiayaan ke perbankan semakin mudah karena data usaha mereka bisa diverifikasi dengan jelas.

    “Ini sejalan dengan tagline QRIS, yaitu cemuah—cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Dengan digitalisasi, UMKM bisa lebih cepat berkembang dan ekspansi usahanya lebih terukur,” jelas Agus.

    Ketiga, digitalisasi juga memberi dampak signifikan pada pemerintahan daerah. Agus menuturkan, melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), BI bersama pemerintah daerah dan perbankan berkomitmen memperluas elektronifikasi transaksi. Hasilnya, seluruh pemerintah daerah di Kaltim kini telah mencapai level tertinggi dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD), yakni 100 persen digital.

    “Alhamdulillah, semua pemda di Kaltim sudah berada pada level digital tertinggi. Hal ini sangat memudahkan masyarakat dalam membayar pajak maupun retribusi daerah melalui kanal digital,” katanya.

    Meski digitalisasi memberi banyak manfaat, Agus mengingatkan bahwa ada konsekuensi yang harus diantisipasi. Di antaranya ancaman kejahatan siber, phishing, hingga penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dalam bertransaksi.

    “Digitalisasi ini cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Tapi tentu ada risiko yang harus kita mitigasi bersama, agar masyarakat tetap terlindungi dari ancaman kejahatan digital,” tegas Agus.

    Agus menutup sambutannya dengan optimisme bahwa digitalisasi akan terus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, termasuk di Kaltim. Kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    Hangatkan Hari Raya Dengan Kepedulian di Iduladha, PWI Kaltim Salurkan Kurban bagi Insan Pers

    Mei 28, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.