Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Perpisahan Sekolah di Hotel Mewah, Novan : Pikirkan yang Lemah
    DPRD Samarinda

    Perpisahan Sekolah di Hotel Mewah, Novan : Pikirkan yang Lemah

    LarasBy LarasFebruari 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ramai kembali di beberapa sekolah keluhan orang tua terkait pungutan kelulusan bagi siswa-siswi di sekolah. Tak tanggung-tanggung, kabar yang beredar bahwa para wali murid diminta mengumpulkan Rp500 ribu untuk acara wisuda sekolah yang digadang-gadang akan dilakukan di hotel berbintang.

    Bendahara Komite SMA Negeri 16 Samarinda Pron Susanto pernah menemui keluhan serupa terjadi di lingkungan sekolahnya. Ia menjelaskan sekolah tidak pernah memungut untuk keperluan sekolah. Sekolah hanya memberi fasilitas sesuai dengan keinginan siswa-siswi yang menginginkan perpisahan di hotel.

    “Sekolah itu hanya memberikan fasilitas saja, anak-anak mau di hotel ya kita bantu fasilitaskan. Sekolah tidak pernah memaksa mereka (melaksanakan wisuda) di hotel,” katanya beberapa waktu lalu.

    Kesepakatan iuran ratusan ribu yang terjadi di beberapa sekolah tersebut merupakan kesepakatan para siswa. Tanpa mengecualikan anak-anak lain yang kurang mampu, sekolah memberi informasi untuk membantu teman mereka supaya sama-sama menyokong iuran bagi temannya itu.

    “Kalau ada anak yang kurang mampu, itu kita sampaikan lagi ke mereka. Mereka setuju untuk patungan, kami bantu informasikan,” jelas Susanto.

    Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menyampaikan diperlukan adanya edukasi, baik bagi sekolah, tenaga pendidik, orang tua dan siswa.

    Edukasi ini haruslah lengkap menyeluruh kepada semua pihak dan dipertemukan dalam satu waktu yang sama agar tidak ada ketimpangan informasi. Tak menyalahkan sekolah karena siswa-siswi lah yang menginginkan wisuda bergengsi itu terjadi. Tetapi Novan lebih menekankan agar semua pihak saling terbuka akan informasi tersebut.

    “Ini perlu namanya edukasi baik dari pihak guru maupun dari pihak pendidikan ya. Bahkan kita semua, bukan berkaca dari kesepakatan saja, harus jelas,” katanya pada Senin, 3 Februari 2025.

    Menurut politikus Partai Golkar itu, komite sekolah juga perlu pertimbangan matang sebelum langsung setuju untuk memfasilitasi permintaan anak didik. Walau 70 persen suara mengatakan keinginan wisuda di hotel, perlu pertimbangan mengingat masukan orang tua dan wali murid.

    Secara psikologis, anak-anak dari keluarga kurang mampu akan merasa tertekan ataupun sedih. Mengingat tak semua anak beruntung dalam hal ekonomi, maka perlu koordinasi.

    “Bagaimana psikologi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu, tidak bisa memberikan kontribusi. Akhirnya tidak bisa ikut di situ bagaimana perasaan anaknya dipikirkan,” sebutnya.

    Untuk itu, ke depan Novan berharap komunikasi dan edukasi harus diutamakan. Harapannya, dari sisi wisuda hotel tidak ada muncul kasus bully akibat si mampu dan tidak mampu berbeda pendapat.

    “Jangan sampai nanti muncul bullying, perlu diingat itu,” tegasnya menutup komentarnya.

    DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie SMAN 16 Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    SMPN 28 Samarinda Ajukan Dua RKB, Lab Terpaksa Dipakai untuk Belajar

    Agustus 12, 2026

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Soal Kerusakan Fasilitas Teras Samarinda, Dewan Minta PUPR Segera Lakukan Pembenahan

    Agustus 10, 2026

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung

    Agustus 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.