Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim di Titik Penentuan, Hak Angket Bergantung Hasil BANMUS

    April 30, 2026

    Aklamasi Tanpa Penantang, Sri Wahyuni Kembali Pimpin KORPRI Kaltim

    April 30, 2026

    Tegas Lawan Narkoba, Polresta Samarinda Musnahkan Barang Bukti dari 13 Tersangka

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Perpisahan Sekolah di Hotel Mewah, Novan : Pikirkan yang Lemah
    DPRD Samarinda

    Perpisahan Sekolah di Hotel Mewah, Novan : Pikirkan yang Lemah

    LarasBy LarasFebruari 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ramai kembali di beberapa sekolah keluhan orang tua terkait pungutan kelulusan bagi siswa-siswi di sekolah. Tak tanggung-tanggung, kabar yang beredar bahwa para wali murid diminta mengumpulkan Rp500 ribu untuk acara wisuda sekolah yang digadang-gadang akan dilakukan di hotel berbintang.

    Bendahara Komite SMA Negeri 16 Samarinda Pron Susanto pernah menemui keluhan serupa terjadi di lingkungan sekolahnya. Ia menjelaskan sekolah tidak pernah memungut untuk keperluan sekolah. Sekolah hanya memberi fasilitas sesuai dengan keinginan siswa-siswi yang menginginkan perpisahan di hotel.

    “Sekolah itu hanya memberikan fasilitas saja, anak-anak mau di hotel ya kita bantu fasilitaskan. Sekolah tidak pernah memaksa mereka (melaksanakan wisuda) di hotel,” katanya beberapa waktu lalu.

    Kesepakatan iuran ratusan ribu yang terjadi di beberapa sekolah tersebut merupakan kesepakatan para siswa. Tanpa mengecualikan anak-anak lain yang kurang mampu, sekolah memberi informasi untuk membantu teman mereka supaya sama-sama menyokong iuran bagi temannya itu.

    “Kalau ada anak yang kurang mampu, itu kita sampaikan lagi ke mereka. Mereka setuju untuk patungan, kami bantu informasikan,” jelas Susanto.

    Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menyampaikan diperlukan adanya edukasi, baik bagi sekolah, tenaga pendidik, orang tua dan siswa.

    Edukasi ini haruslah lengkap menyeluruh kepada semua pihak dan dipertemukan dalam satu waktu yang sama agar tidak ada ketimpangan informasi. Tak menyalahkan sekolah karena siswa-siswi lah yang menginginkan wisuda bergengsi itu terjadi. Tetapi Novan lebih menekankan agar semua pihak saling terbuka akan informasi tersebut.

    “Ini perlu namanya edukasi baik dari pihak guru maupun dari pihak pendidikan ya. Bahkan kita semua, bukan berkaca dari kesepakatan saja, harus jelas,” katanya pada Senin, 3 Februari 2025.

    Menurut politikus Partai Golkar itu, komite sekolah juga perlu pertimbangan matang sebelum langsung setuju untuk memfasilitasi permintaan anak didik. Walau 70 persen suara mengatakan keinginan wisuda di hotel, perlu pertimbangan mengingat masukan orang tua dan wali murid.

    Secara psikologis, anak-anak dari keluarga kurang mampu akan merasa tertekan ataupun sedih. Mengingat tak semua anak beruntung dalam hal ekonomi, maka perlu koordinasi.

    “Bagaimana psikologi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu, tidak bisa memberikan kontribusi. Akhirnya tidak bisa ikut di situ bagaimana perasaan anaknya dipikirkan,” sebutnya.

    Untuk itu, ke depan Novan berharap komunikasi dan edukasi harus diutamakan. Harapannya, dari sisi wisuda hotel tidak ada muncul kasus bully akibat si mampu dan tidak mampu berbeda pendapat.

    “Jangan sampai nanti muncul bullying, perlu diingat itu,” tegasnya menutup komentarnya.

    DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie SMAN 16 Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    DPRD Kaltim di Titik Penentuan, Hak Angket Bergantung Hasil BANMUS

    April 30, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Penguatan Posyandu untuk Capai Target Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Krisis Guru Belum Usai, DPRD Samarinda Ungkap Dua Akar Masalah Utama

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim di Titik Penentuan, Hak Angket Bergantung Hasil BANMUS

    Andika SaputraApril 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda– Arah kelanjutan penggunaan hak angket di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur…

    Aklamasi Tanpa Penantang, Sri Wahyuni Kembali Pimpin KORPRI Kaltim

    April 30, 2026

    Tegas Lawan Narkoba, Polresta Samarinda Musnahkan Barang Bukti dari 13 Tersangka

    April 30, 2026

    Aliansi Masyarakat Kaltim Desak DPRD Segera Gunakan Hak Angket, Soroti Dugaan KKN

    April 30, 2026

    Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Akademisi Ingatkan Potensi Money Politics

    April 30, 2026
    1 2 3 … 3,082 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.