Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    Juli 14, 2026

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Perkuat Toleransi, Festival Mooncake Harus Dilestarikan
    Samarinda

    Perkuat Toleransi, Festival Mooncake Harus Dilestarikan

    LarasBy LarasSeptember 18, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Festival Mooncake di Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Festival Mooncake VI Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Maha Vihara Sejahtera Maitreya (Buddhist Centre Samarinda) resmi berakhir pada Selasa malam (17/9/2024), setelah berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut.

    Acara ini mengusung tradisi Tionghoa yang erat kaitannya dengan Festival Pertengahan Musim Gugur dan berhasil menarik perhatian banyak masyarakat. Tak hanya etnis Tionghoa yang memadati festival ini, nampak masyarakat luas turut menikmati euforia tersebut. Dengan ornamen dominan warna merah, suasana penutupan malam itu kian hangat.

    Festival yang dikenal sebagai perayaan kue bulan atau mooncake ini dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 kalender lunar, dan dalam tradisinya diisi dengan berbagai acara, seperti menyalakan lentera kertas, berkumpul di bawah sinar bulan purnama dan tentu saja, menikmati kue bulan yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan baik.

    Wali Kota Samarinda Andi Harun yang turut hadir dan menyampaikan apresiasinya kepada panitia pelaksana yang berhasil menggelar acara tahunan ini. Dalam sambutannya Andi Harun menyebut bahwa festival mooncake harus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya.

    “Festival Mooncake merupakan tradisi yang harus dilestarikan oleh generasi muda, tidak hanya untuk etnis Tionghoa, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur,” ucap pria yang kerap dipanggil AH.

    Ia berharap bahwa ke depannya, festival ini dapat terus berkembang menjadi salah satu atraksi budaya yang mendekatkan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama, memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman yang ada di Samarinda.

    “Dengan festival ini juga, kita ingin warga, terkhusus di Kota Samarinda bisa saling toleransi satu sama lain,” harap politikus Partai Gerindra itu.

    Dirinya juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan sikap saling menghormati, apapun latar belakang etnis dan agamanya, demi memajukan Kota Samarinda sebagai tempat yang damai dan harmonis.

    Sejarah Mooncake Festival sendiri sangat panjang, berawal dari Tiongkok kuno dan berkaitan erat dengan mitos Chang’e, Dewi Bulan yang dipercaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai penjaga bulan.

    Tidak hanya itu, kue bulan yang disajikan pada acara ini juga melambangkan persatuan dan kebersamaan—nilai-nilai yang sangat relevan di Samarinda.

    Acara ini juga menghadirkan variasi kue bulan modern dengan berbagai cita rasa, dari yang tradisional hingga inovasi seperti coklat, durian, dan bahkan es krim, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda yang hadir dalam festival tersebut.

    Festival Mooncake di Samarinda kali ini menegaskan bahwa tradisi tidak hanya bisa menjadi ajang nostalgia, tetapi juga sebagai media untuk membangun persatuan dan kebersamaan di tengah modernisasi yang terus berkembang.

    Andi Harun Buddhist Centre Samarinda Festival Mooncake
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026

    Gandeng Distributor Grosir, Bazar Sekolah Samarinda Ulu Permudah Wali Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah

    Juli 10, 2026

    Tepis Isu Kaltim 1, Andi Harun Tegaskan Fokus Tuntaskan Amanah Warga Samarinda

    Juli 6, 2026

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    Andi Harun Bantah Isu Jauh dari Gerindra: Saya Tidak Pernah Diundang

    Juni 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    R’syaJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Meski revitalisasi pasar telah rampung, penataan kios di Pasar Pagi Samarinda masih…

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,214 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.