Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Perkuat Toleransi, Festival Mooncake Harus Dilestarikan
    Samarinda

    Perkuat Toleransi, Festival Mooncake Harus Dilestarikan

    LarasBy LarasSeptember 18, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Festival Mooncake di Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Festival Mooncake VI Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Maha Vihara Sejahtera Maitreya (Buddhist Centre Samarinda) resmi berakhir pada Selasa malam (17/9/2024), setelah berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut.

    Acara ini mengusung tradisi Tionghoa yang erat kaitannya dengan Festival Pertengahan Musim Gugur dan berhasil menarik perhatian banyak masyarakat. Tak hanya etnis Tionghoa yang memadati festival ini, nampak masyarakat luas turut menikmati euforia tersebut. Dengan ornamen dominan warna merah, suasana penutupan malam itu kian hangat.

    Festival yang dikenal sebagai perayaan kue bulan atau mooncake ini dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 kalender lunar, dan dalam tradisinya diisi dengan berbagai acara, seperti menyalakan lentera kertas, berkumpul di bawah sinar bulan purnama dan tentu saja, menikmati kue bulan yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan baik.

    Wali Kota Samarinda Andi Harun yang turut hadir dan menyampaikan apresiasinya kepada panitia pelaksana yang berhasil menggelar acara tahunan ini. Dalam sambutannya Andi Harun menyebut bahwa festival mooncake harus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya.

    “Festival Mooncake merupakan tradisi yang harus dilestarikan oleh generasi muda, tidak hanya untuk etnis Tionghoa, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur,” ucap pria yang kerap dipanggil AH.

    Ia berharap bahwa ke depannya, festival ini dapat terus berkembang menjadi salah satu atraksi budaya yang mendekatkan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama, memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman yang ada di Samarinda.

    “Dengan festival ini juga, kita ingin warga, terkhusus di Kota Samarinda bisa saling toleransi satu sama lain,” harap politikus Partai Gerindra itu.

    Dirinya juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan sikap saling menghormati, apapun latar belakang etnis dan agamanya, demi memajukan Kota Samarinda sebagai tempat yang damai dan harmonis.

    Sejarah Mooncake Festival sendiri sangat panjang, berawal dari Tiongkok kuno dan berkaitan erat dengan mitos Chang’e, Dewi Bulan yang dipercaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai penjaga bulan.

    Tidak hanya itu, kue bulan yang disajikan pada acara ini juga melambangkan persatuan dan kebersamaan—nilai-nilai yang sangat relevan di Samarinda.

    Acara ini juga menghadirkan variasi kue bulan modern dengan berbagai cita rasa, dari yang tradisional hingga inovasi seperti coklat, durian, dan bahkan es krim, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda yang hadir dalam festival tersebut.

    Festival Mooncake di Samarinda kali ini menegaskan bahwa tradisi tidak hanya bisa menjadi ajang nostalgia, tetapi juga sebagai media untuk membangun persatuan dan kebersamaan di tengah modernisasi yang terus berkembang.

    Andi Harun Buddhist Centre Samarinda Festival Mooncake
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Islamic Center Samarinda Siapkan 1.500 Kupon Daging Kurban untuk Masyarakat

    Mei 27, 2026

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    Mei 26, 2026

    7 Komisioner KPID Kaltim Resmi Dilantik, Pengawasan Media Digital Jadi Tantangan Baru

    Mei 26, 2026

    Sempat Ditawar Pengusaha, Bejo Asal Samarinda Ini Akhirnya Dipilih Jadi Kurban Presiden

    Mei 24, 2026

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    Mei 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    SittiMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum syukur dan…

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.