Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih
    Kesehatan

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Nur AjijahBy Nur AjijahJune 6, 2026Updated:July 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Susu UHT dan Susu Pasteurisasi (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Bagi banyak orang, susu menjadi minuman yang hampir selalu tersedia di rumah. Mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa.

    Susu kerap dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami, tidak semua susu diproses dengan cara yang sama.

    Perbedaan paling sering, menimbulkan kebingungan adalah antara susu segar pasteurisasi dan susu UHT (Ultra High Temperature). Keduanya sama-sama berasal dari susu sapi, tetapi memiliki proses pengolahan, cara penyimpanan, hingga masa simpan yang berbeda.

    Dokter sekaligus entrepreneur Tirta Mandira Hudhi mengatakan, masih banyak masyarakat yang salah memahami perbedaan kedua jenis susu tersebut.

    Bahkan, tidak sedikit yang mempertanyakan mengapa ada susu yang harus disimpan di lemari pendingin, sementara produk lainnya dapat diletakkan di rak biasa.

    Menurutnya, perbedaan tersebut berkaitan langsung dengan proses pengolahan, yang diterapkan pada masing-masing produk.

    Susu Pasteurisasi, Wajib Disimpan Dingin

    Susu pasteurisasi, merupakan susu segar yang dipanaskan dalam waktu singkat. Pada suhu tertentu, untuk membunuh mikroorganisme yang berpotensi membahayakan kesehatan.

    Karena proses pemanasannya relatif ringan, berbagai kandungan alami dalam susu, termasuk sejumlah mikronutrien, cenderung tetap terjaga.

    Namun, proses yang minimal tersebut, membuat susu pasteurisasi harus selalu disimpan pada suhu dingin.

    Penyimpanan di dalam lemari pendingin bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Untuk menjaga kualitas susu dan mencegah, pertumbuhan mikroorganisme yang masih mungkin berkembang jika disimpan pada suhu ruang.

    Inilah alasan mengapa susu pasteurisasi selalu ditempatkan di dalam kulkas atau lemari pendingin di minimarket maupun supermarket.

    Susu UHT Lebih Awet

    Berbeda dengan susu pasteurisasi, susu UHT diproses menggunakan suhu yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

    Metode ini, mampu membunuh hampir seluruh mikroorganisme. Sehingga produk memiliki masa simpan, yang jauh lebih panjang.

    Karena telah melalui proses sterilisasi suhu tinggi, susu UHT dapat disimpan pada suhu ruang selama kemasannya masih tertutup rapat dan belum dibuka.

    Keunggulan ini membuat susu UHT menjadi pilihan praktis, bagi masyarakat yang membutuhkan produk. Dengan daya simpan lebih lama atau ingin menyimpan, stok susu tanpa memerlukan ruang pendingin.

    Mana yang Lebih Baik?

    Banyak orang beranggapan, bahwa salah satu jenis susu lebih baik dibandingkan yang lain.

    Padahal, menurut para ahli gizi, keduanya tetap dapat menjadi sumber nutrisi yang baik. Selama diproduksi dengan standar keamanan pangan yang tepat.

    Pilihan antara susu pasteurisasi dan susu UHT sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

    Bagi yang mengutamakan kesegaran dan proses pengolahan minimal, susu pasteurisasi bisa menjadi pilihan.

    Sementara bagi mereka yang membutuhkan kepraktisan dan masa simpan lebih panjang, susu UHT dapat menjadi alternatif yang sesuai.

    Selain memahami jenis pengolahannya, konsumen juga disarankan untuk memperhatikan komposisi dan asal produk yang dibeli.

    Memilih susu yang menggunakan bahan baku berkualitas, diproduksi secara higienis, serta memiliki sistem pengawasan yang baik menjadi faktor penting untuk mendapatkan manfaat nutrisi secara optimal.

    Di tengah derasnya informasi yang beredar di media sosial, masyarakat perlu lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai klaim yang belum tentu benar.

    Memahami perbedaan susu pasteurisasi dan susu UHT dapat membantu konsumen menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi keluarga.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    July 24, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    July 23, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    July 22, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    July 21, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    July 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.