Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Penjualan Lumpia di Pasar Ramadan Samarinda Turun Drastis, Pelaku UMKM Keluhkan Daya Beli Melemah
    Samarinda

    Penjualan Lumpia di Pasar Ramadan Samarinda Turun Drastis, Pelaku UMKM Keluhkan Daya Beli Melemah

    RidhoBy RidhoMaret 18, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pengunjung sudah mendatangi lapak untuk berbelanja bukaan puasa (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penurunan daya beli masyarakat pada Ramadan tahun ini berdampak signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Samarinda.

    Salah satunya dirasakan oleh Muhammad Idris, pemilik usaha Lumpia Radja yang telah berjualan selama 14 tahun di kawasan Siradj Salman.

    Idris mengungkapkan, penjualan lumpia miliknya mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi yang terburuk sejak ia mulai berjualan di pasar Ramadan.

    “Untuk tahun ini benar-benar tahun yang kurang baik menurut saya selaku pelaku UMKM. Karena pertama, daya beli masyarakat menurun, sangat menurun,” ujar Idris, Rabu, 18 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya, dirinya mampu memproduksi hingga 3.000 lumpia per hari atau setara dengan 25 kilogram bahan. Namun kini, jumlah tersebut turun hampir separuh.

    “Saya biasa dalam satu hari bisa menghabiskan 25 kilo untuk 3.000 biji lumpia, tapi saat ini hampir separuh, cuma bisa 700 sampai 800 biji saja per hari,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, Idris juga mengaku ia bekerja sama dengan pembagian takjil dengan Dewan Masjid Indonesia yang rutin dilakukan pada Ramadan sebelumnya, namun hampir tidak berjalan tahun ini. Hal itu disebabkan menurunnya jumlah pesanan dari berbagai pihak.

    “Saya biasanya bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia untuk membagikan takjil ke masjid-masjid di Samarinda, tapi tahun ini hampir tidak ada sama sekali karena berkurangnya pemesanan,” katanya.

    Menurut Idris, kondisi ini tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga dirasakan oleh mayoritas pedagang UMKM yang berjualan di pasar Ramadan di sepanjang jalan Siradj Salman ini.

    Meski demikian, ia tetap mengapresiasi larangan dan imbauan dari Pemerintah Kota Samarinda yang telah memberikan ruang bagi para pedagang untuk berjualan dengan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

    “Alhamdulillah kita sudah dimudahkan sama pemerintah kota. Harapan ke depannya tetap diberikan ruang untuk berjualan tanpa ada pungutan liar,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia juga menyebut, praktik pungutan liar sempat terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, namun kini sudah tidak ditemukan lagi berkat pengawasan ketat dari pemerintah.

    Selain berjualan, Idris mengaku usaha lumpia yang dijalaninya berawal dari hobi mengisi waktu luang saat Ramadan. Ia tidak membuka usaha tersebut setiap hari, melainkan hanya pada momen tertentu.

    “Ini sebenarnya bukan pekerjaan utama saya, ini hobi. Tapi alhamdulillah diminati banyak orang. Saya jualannya hanya di bulan Ramadan saja,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    AminahOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim)…

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,388 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.