Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Pengukuhan Guru Besar Polnes Jadi Penegasan Capaian Akademik Tertinggi Dosen
    Pendidikan

    Pengukuhan Guru Besar Polnes Jadi Penegasan Capaian Akademik Tertinggi Dosen

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 23, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Senat Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Kusyanto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Sekretaris Senat Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Kusyanto menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan bentuk pengakuan resmi negara dan institusi terhadap capaian akademik tertinggi seorang dosen.

    Hal tersebut disampaikannya usai prosesi pengukuhan guru besar di lingkungan Polnes. Dalam kesempatan itu, Kusyanto juga menjelaskan alasan salah satu dosen yang dikukuhkan, Surahman, tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

    “Pak Surahman kebetulan harus menghadiri wisuda S2 anaknya di Australia. Surat Keputusan (SK) pengukuhan baru terbit sekitar tiga hari sebelum keberangkatan beliau, sehingga secara prosedur dan keterbatasan penerbangan tidak memungkinkan untuk kembali,” jelas Kusyanto, Selasa, 23 Desember 2025.

    Menurut Kusyanto, pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan sah secara akademik bahwa dosen yang bersangkutan telah resmi menyandang jabatan profesor.

    “Pengukuhan itu ibarat ketok palu. Secara aturan melalui SK dan secara de facto melalui kontribusi keilmuan di masyarakat, yang bersangkutan dinyatakan sah sebagai guru besar,” ujarnya.

    Ia menuturkan, jabatan guru besar merupakan puncak jenjang akademik seorang dosen. Namun demikian, pencapaian tersebut bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai bidang keilmuannya.

    “Profesor adalah puncak jabatan akademik, tetapi bukan puncak karya. Justru menjadi titik awal agar yang bersangkutan dapat memberi kontribusi lebih luas dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

    Kusyanto juga menjelaskan, proses menuju jabatan guru besar harus melalui tahapan dan penilaian yang ketat. Senat akademik berperan memberikan pertimbangan regulasi serta memastikan kelayakan dosen berdasarkan capaian tridharma perguruan tinggi.

    “Calon guru besar wajib mempresentasikan kesiapan dan kelayakannya di hadapan rapat senat. Ini merupakan bagian dari kontrol kualitas akademik,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia berharap pengukuhan guru besar dapat menjadi motivasi bagi seluruh dosen di Polnes untuk terus meningkatkan kapasitas dan kiprah akademik.

    “Saat ini Polnes telah memiliki tiga profesor. Semoga hal ini memacu semangat dosen lainnya, karena penghargaan negara terhadap guru besar sangat luar biasa,” ungkap Kusyanto.

    Selain berdampak pada dosen, keberadaan guru besar juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa serta memperkuat daya saing lulusan Polnes di tingkat nasional.

    Kusyanto menambahkan, ke depan Polnes masih berpeluang menambah jumlah guru besar. Sejumlah dosen telah memasuki tahap penilaian dan pengajuan, tinggal menunggu kelengkapan persyaratan serta terbitnya Surat Keputusan.

    “Insyaallah tahun depan akan ada pengukuhan berikutnya. Potensinya sudah ada dan sedang berproses,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    SintaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyaksikan pertandingan Borneo FC Samarinda melawan…

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.