Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Pemotongan TKD, Samarinda Ubah Strategi Pengelolaan APBD
    Ekonomi

    Pemotongan TKD, Samarinda Ubah Strategi Pengelolaan APBD

    IraBy IraAgustus 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, memang berdampak langsung terhadap kapasitas fiskal daerah.

    Namun kata Wali Kota Samarinda Andi Harun, pemerintah daerah tidak seharusnya hanya berfokus pada dampak kebijakan tersebut. Melainkan juga melakukan evaluasi terhadap tata kelola keuangan daerah.

    “Pemotongan TKD pasti berdampak, karena angkanya menurun. Kita juga harus melakukan introspeksi dan evaluasi ke dalam, jangan hanya menyalahkan pemerintah pusat,” ujarnya usai menjadi narasumber dalam diskusi publik “Membaca Ulang Potret Fiskal Kaltim 2027” di Samarinda, Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

    Andi Harun menjelaskan, tekanan terhadap keuangan negara saat ini tidak lepas dari berbagai faktor eksternal yang memengaruhi kondisi ekonomi nasional.

    Salah satunya, meningkatnya ketegangan geopolitik internasional yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

    Ia mencontohkan, dalam APBN 2026 pemerintah menetapkan asumsi harga minyak sekitar 70 dolar Amerika Serikat per barel.

    Namun, kondisi geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia melonjak hingga kisaran 100–120 dolar per barel sehingga memengaruhi keseimbangan fiskal nasional.

    Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang memperbesar tekanan terhadap APBN.

    “Perubahan harga minyak, nilai tukar, hingga kondisi pasar global merupakan faktor eksternal yang tidak bisa kita kendalikan, tetapi dampaknya dirasakan sampai ke daerah,” katanya.

    Menghadapi kondisi tersebut, Pemkot Samarinda mengubah paradigma penyusunan APBD. Jika sebelumnya kebijakan anggaran lebih bersifat ekspansif karena didukung ruang fiskal yang besar, kini pemerintah mengedepankan prinsip disiplin fiskal.

    Menurut Andi, disiplin fiskal bukan berarti menghentikan belanja pemerintah, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif sesuai kebutuhan prioritas.

    “Inti dari disiplin fiskal bukan berhenti belanja, tetapi belajar berhenti boros. Kita fokus pada belanja yang benar-benar prioritas,” tegasnya.

    Ia menambahkan, arah kebijakan belanja daerah akan diselaraskan dengan prioritas nasional, yakni memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur dasar. Program-program lain tetap dapat dijalankan sepanjang kondisi fiskal daerah masih memberikan ruang yang memadai.

     

     

    Andi Harun Pemkot Samarinda TKD Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Kabut Asap Tebal, Sekolah di Samarinda Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Didorong Pulihkan Aktivitas Perdagangan, Pedagang Diberi Ruang Bergabung

    September 17, 2026

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    AminahSeptember 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur produksi dan ekspor komoditas tambang mulai berdampak…

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Batasi Usia Atlet 30 Tahun, Larang Peraih Emas PON Tampil

    September 18, 2026

    Kaltim Kekurangan Jutaan Judul Buku untuk Capai Rasio Ideal Perpusnas

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,349 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.