Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan
    Pemerintah

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 2, 2026Updated:September 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, saat diwawancarai awak media pada Rabu, 2/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar untuk menangani dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tepian.

    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Neneng Chamelia Shanti saat ditemui di Kantor BPBD Kota Samarinda, Jalan Sentosa, Rabu, 2 September 2026.

    Neneng mengatakan, penanganan dampak kekeringan sebenarnya telah dilakukan Pemkot Samarinda sebelum status tanggap darurat ditetapkan. Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk mengantisipasi persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca kering.

    “Kalau upaya sudah dari kemarin. Sebelum ditetapkan masa tanggap darurat itu, kami sudah memitigasi apa-apa yang perlu kita antisipasi terkait dengan masalah kekeringan ini,” ujar Neneng.

    Pemkot Samarinda kemudian menetapkan masa tanggap darurat kekeringan mulai 25 Agustus hingga 7 September 2026.

    Menurut Neneng, rapat yang digelar bersama jajaran terkait salah satunya membahas pemanfaatan anggaran BTT. Rencana kebutuhan belanja (RKB) untuk penanganan kondisi darurat tersebut telah disusun dan selanjutnya diarahkan agar penggunaannya dapat dilakukan secara maksimal serta dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

    “Pak Wali sudah menetapkan dari tanggal 25 sampai dengan tanggal 7 September nanti, itu adalah masa tanggap darurat,” katanya.

    Ia menjelaskan, total anggaran BTT yang disiapkan mencapai Rp2,5 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan kekeringan, termasuk hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

    “Rp2,5 miliar itu untuk seluruh OPD yang terlibat dalam tim, jadi sampai ke kelurahan dan kecamatan,” jelasnya.

    Salah satu perhatian utama Pemkot Samarinda saat ini ialah pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kondisi kekeringan turut berdampak terhadap operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) yang harus menerapkan sistem buka-tutup atau on-off ketika parameter kualitas air berada di atas batas aman.

    Neneng menyebut, berdasarkan laporan PDAM, sebagian besar IPA telah kembali beroperasi. Namun, IPA Bantuas masih menerapkan sistem on-off karena kondisi air yang belum sepenuhnya memenuhi parameter aman.

    Pemkot juga mempertimbangkan kondisi geografis Bantuas yang menyulitkan distribusi air bersih. Karena itu, pengoperasian IPA pada kondisi tertentu tetap dimungkinkan dengan ketentuan air tidak digunakan untuk konsumsi seperti minum dan memasak, melainkan hanya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

    Pemkot Samarinda berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026

    Peluang Hujan Samarinda Masih Kecil, OMC Terus Diupayakan

    September 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.