Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»PDIP Tak Goyah Meski Paripurna Batal, Hak Angket Tetap Didorong
    Politik

    PDIP Tak Goyah Meski Paripurna Batal, Hak Angket Tetap Didorong

    AminahBy AminahJuni 12, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kaltim, M. Samsun (tengah) bersama anggota Fraksi PDI-P DPRD Kaltim Didik Agung Eko Wahono (kiri) dan Hartono Basuki (kanan). (Insitekaltim/aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Gagalnya rapat paripurna usulan hak angket DPRD Kaltim akibat tidak terpenuhinya kuorum belum mengubah peta politik di Karang Paci.

    Fraksi PDIP memastikan tetap berada di barisan terdepan untuk mengawal hak angket yang diusulkan sejumlah anggota dewan sebagai bentuk pengawasan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

    Sikap itu ditegaskan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kaltim Muhammad Samsun usai rapat paripurna yang ditunda pada Rabu 10 Juni 2026. Kegagalan memenuhi kuorum memang menjadi kenyataan politik yang harus diterima, namun bukan alasan untuk menghentikan perjuangan mendorong hak angket.

    Dari sembilan anggota Fraksi PDIP, seluruhnya tercatat hadir dalam rapat tersebut. Kehadiran penuh itu disebut sebagai bukti bahwa dukungan terhadap hak angket bukan sekadar pernyataan politik, melainkan komitmen yang diwujudkan dalam forum resmi DPRD.

    “Kalau kemudian tidak bisa berlanjut karena syarat ketentuannya tidak terpenuhi, itu bukan karena kami. Kami tetap akan mengawal proses ini sampai akhir,” kata Samsun.

    Rapat paripurna yang sedianya menjadi pintu masuk pembahasan hak angket terpaksa ditunda setelah jumlah anggota yang hadir hanya mencapai 32 orang. Angka tersebut masih jauh dari syarat kuorum 41 anggota atau tiga perempat dari total anggota DPRD Kaltim.

    Situasi itu memunculkan spekulasi adanya manuver politik sejumlah fraksi yang memilih tidak menghadiri rapat. Namun Samsun memilih tidak menuding pihak tertentu.

    Ia menegaskan ketidakhadiran dalam rapat paripurna merupakan hak politik yang dilindungi peraturan perundang-undangan dan harus dihormati.

    “Itu hak politik masing-masing fraksi. Kami menghargai dan menghormati sikap politik teman-teman yang tidak hadir,” ujarnya.

    Meski demikian, Samsun tidak menutupi kekecewaannya atas gagalnya rapat yang dinilai penting untuk menjawab berbagai tuntutan masyarakat yang belakangan mengemuka.

    Paripurna hak angket merupakan forum resmi DPRD yang seharusnya dihadiri seluruh anggota dewan sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan.

    “Kami sangat menyayangkan karena ini rapat paripurna yang sifatnya wajib. Undangan sudah disampaikan oleh pimpinan DPRD dan seharusnya menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

    Hak angket tidak boleh dipersepsikan sebagai upaya menjatuhkan gubernur atau membuka jalan menuju pemakzulan. Menurutnya, fungsi utama hak angket adalah melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang menjadi perhatian publik.

    “Angket ini bukan pemakzulan. Ini instrumen DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan dan program pemerintah yang dipersoalkan masyarakat,” tegasnya.

    Ia bahkan mempertanyakan alasan sebagian pihak yang terkesan menghindari pembahasan hak angket. Menurutnya, apabila seluruh kebijakan pemerintah telah berjalan sesuai aturan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari proses penyelidikan tersebut.

    “Kalau memang semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah, kenapa harus takut? Angket ini hak konstitusional DPRD yang dijamin undang-undang,” ujarnya.

    Fraksi PDI Perjuangan juga berharap fraksi-fraksi yang sejak awal menyatakan dukungan terhadap usulan hak angket dapat menunjukkan komitmen yang sama saat agenda tersebut kembali dijadwalkan.

    “Kami berharap seluruh fraksi pendukung hak angket hadir penuh pada paripurna berikutnya. Itu bentuk keseriusan kita mengawal aspirasi masyarakat,” kata Samsun.

    Ia menilai kekecewaan publik atas tertundanya hak angket merupakan hal yang wajar. Sebab sebagian masyarakat menaruh harapan agar DPRD dapat menggunakan kewenangannya untuk menguji berbagai kebijakan yang menuai polemik.

    Namun demikian, proses politik di DPRD tetap harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Selama syarat kuorum belum terpenuhi, hak angket belum dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.

    Meski menghadapi jalan terjal, Fraksi PDIP memastikan tidak akan mengubah sikap politiknya.

    “Fraksi PDIP dari awal sampai akhir tetap berada di garis yang sama. Kami akan terus mengawal hak angket sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah,” tandasnya.


    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim).…

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.