Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Pasar Modal Indonesia Tertinggal Jauh dari India
    Nasional

    Pasar Modal Indonesia Tertinggal Jauh dari India

    SittiBy SittiJanuari 2, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyebut posisi pasar modal Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Ia meminta dukungan pemerintah untuk memperkuat ekosistem pasar modal melalui kebijakan yang strategis dan kolaboratif.

    Saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2025 pada Kamis 2 Desember 2025, Mahendra menyebutkan bahwa kontribusi pasar modal Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya mencapai 56 persen. Angka ini masih jauh di bawah India yang mencapai 140 persen, Thailand 101 persen, dan Malaysia 97 persen.

    “Kontribusi pasar saham terhadap PDB kita masih tertinggal dibandingkan negara kawasan. Ini menunjukkan potensi besar, tapi juga tantangan yang membutuhkan kerja sama dan dukungan semua pihak,” kata Mahendra dalam live streaming YouTube.

    Untuk mengejar ini diperlukan penyempurnaan regulasi seperti implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), kebijakan pajak karbon, serta aturan yang mendukung pengembangan bursa karbon. Dukungan insentif perpajakan untuk sektor prioritas juga dianggap penting guna menarik lebih banyak investor.

    “Kita memerlukan kerangka pengaturan yang lebih kuat dan kebijakan insentif yang relevan untuk mendorong pengembangan pasar modal yang lebih kompetitif,” ujar Mahendra.

    OJK telah menyusun sejumlah program strategis untuk tahun 2025 guna memperkuat dan memperluas pasar modal. Program ini mencakup peningkatan kualitas dan jumlah perusahaan tercatat, pengembangan pasar karbon, dan peluncuran produk-produk ramah lingkungan.

    Selain itu, Mahendra menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan manajemen risiko di kalangan anggota bursa serta manajer investasi. Langkah ini bertujuan menjaga integritas pasar sekaligus memberikan rasa aman bagi investor.

    “Kami berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan pasar modal agar lebih inklusif, berdaya saing, dan berkontribusi besar pada perekonomian nasional,” tambah Mahendra.

    Meski menghadapi tantangan, OJK tetap optimistis bahwa pasar modal Indonesia dapat menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi. Sinergi antara pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan lainnya diyakini dapat membuka peluang baru bagi pasar modal Indonesia di tingkat global.

    India Indonesia OJK Pasar Modal
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.