Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»PAD dan Percepatan Belanja Jadi Kunci, Kemiskinan Kaltim Turun di Tengah Ekonomi Melambat
    Diskominfo Kaltim

    PAD dan Percepatan Belanja Jadi Kunci, Kemiskinan Kaltim Turun di Tengah Ekonomi Melambat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 15, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Provinsi Kaltim, Rudy Mas'ud (Ist / Humas Pemprov)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di saat pertumbuhan ekonomi melambat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur justru mencatatkan capaian positif dalam penurunan angka kemiskinan. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan percepatan realisasi program menjadi strategi penting menjaga kesejahteraan masyarakat.

    “Hebat Kaltim bisa menurunkan kemiskinan, walaupun pertumbuhan ekonomi turun dibandingkan tahun 2024,” kata Rudy Mas’ud awal pekan tadi.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2025 berada di angka 4,53 persen, melambat dibandingkan 2024 yang mencapai 6,17 persen. Namun perlambatan tersebut tidak serta-merta diikuti kenaikan kemiskinan secara tahunan.

    Pada September 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 5,19 persen. Angka ini memang naik tipis 0,02 persen poin dibanding Maret 2025 yang sebesar 5,17 persen. Tetapi secara tahunan, terjadi penurunan cukup signifikan dibanding September 2024 yang berada di angka 5,51 persen, atau turun 0,32 persen poin.

    Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2025 tercatat 202,04 ribu orang. Angka ini bertambah 2,33 ribu orang dibanding Maret 2025. Namun bila dibandingkan September 2024, jumlahnya justru turun 9,84 ribu orang.

    Perbaikan paling terasa terjadi di wilayah perdesaan. Persentase kemiskinan desa pada September 2025 sebesar 7,24 persen, menurun dibanding Maret 2025. Jumlah penduduk miskin perdesaan juga turun 2,54 ribu orang, dari 87,63 ribu orang menjadi 85,09 ribu orang.

    Sebaliknya, di wilayah perkotaan persentase kemiskinan September 2025 sebesar 4,31 persen, meningkat dibanding Maret 2025. Jumlahnya pun bertambah 4,87 ribu orang.

    Adapun garis kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp897.759 per kapita per bulan.
    Menurut Rudy, capaian ini tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia menekankan pentingnya memperkuat PAD agar ruang fiskal semakin luas untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar dan layanan publik.

    “Semakin banyak PAD yang bisa dikumpulkan, maka akan semakin banyak akses jalan, sekolah dan fasilitas kesehatan yang bisa dibangun,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tidak memperlambat pelaksanaan program yang telah direncanakan dalam APBD.

    “Pelayanan publik jangan ditunda-tunda. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, jangan tunggu apa yang bisa dikerjakan. Percepatan sudah harus dilakukan di awal tahun,” tandasnya.

    Rudy meyakini perputaran cepat dana APBD akan mendorong aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

    Di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks, ia menilai bahwa keberhasilan menurunkan kemiskinan tidak semata-mata ditentukan oleh angka pertumbuhan, tetapi juga efektivitas kebijakan dan ketepatan intervensi pemerintah.

     

    Gubernur Kaltim Kemiskinan Pemprov Kaltim Pertumbuhan Ekonomi Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Gubernur Sebut PLTA Long Bagun Investasi Masa Depan, Rp13 Triliun Disiapkan Bangun Pusat Energi Baru

    Mei 25, 2026

    90 Ribu Kuota Tersisa Hingga Juni, Harum Ingatkan Mahasiswa Segera Daftar Gratispol

    Mei 24, 2026

    Didesak Mundur, Rudy Mas’ud Dukung DPRD Gunakan Hak Angket

    Mei 21, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    R’syaMei 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dyah…

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026
    1 2 3 … 3,105 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.