Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Kerukunan Indonesia Capai Titik Tertinggi, Menag: Jangan Rusak Lukisan Tuhan
    Pemerintah

    Kerukunan Indonesia Capai Titik Tertinggi, Menag: Jangan Rusak Lukisan Tuhan

    R’syaBy R’syaJuli 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Rudy Mas'ud dan Bupati Kubar Frederick Edwin usai menghadiri Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning Kutai Barat (foto IST)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Indonesia berhasil mencapai puncak kerukunan umat beragama pada periode 2025-2026 dengan skor 87.

    Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman suku, budaya dan agama mampu menjadi kekuatan bangsa yang harus terus dijaga.

    Menurutnya, Indonesia merupakan negara paling plural dan heterogen di dunia dengan ribuan pulau, suku, budaya dan agama, namun tetap mampu menghadirkan kehidupan yang damai.

    “Tidak ada negara yang paling plural dan heterogen selain Indonesia. Ribuan pulau, berbeda budaya, adat dan agama. Tapi bisa menampilkan kedamaian dan kerukunan. Negara yang paling rukun di dunia adalah Indonesia,” ujarnya saat mengisi Dialog Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Kutai Barat, Sabtu, 4 Juli 2026.

    Nasaruddin mengatakan keberagaman Indonesia ibarat sebuah lukisan yang tersusun dari berbagai warna. Keindahan lukisan itu bukan berasal dari satu warna yang mendominasi, melainkan perpaduan berbagai warna yang saling melengkapi.

    “Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah, paling cantik di muka bumi. Karena itu jangan ada yang merusak lukisan ini,” tuturnya.

    Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kaltim untuk terus menjaga toleransi dan menjadikan Indonesia sebagai contoh kehidupan harmonis antarumat beragama.

    Ia meyakini, keberhasilan menjaga kerukunan merupakan modal penting bagi pembangunan bangsa.

    Selain itu, Nasaruddin menegaskan pondok pesantren dan masjid perlu mengambil peran lebih luas sebagai ruang yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan. Rumah ibadah, kata dia, tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga tempat yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

    “Semua anak Indonesia adalah bersaudara. Masjid juga harus menjadi rumah besar bagi kemanusiaan, bukan hanya rumah umat Islam,” tegasnya.

    Ditempat yang sama, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan, Benua Etam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari beragam suku, budaya dan agama yang hidup berdampingan.

    Lanjutnya, Kutai Barat menjadi salah satu daerah yang menunjukkan praktik toleransi dapat tumbuh melalui budaya gotong royong dan saling menghormati di tengah keberagaman.

    “Salah satu wujud keberagaman terbaik yang bisa dicontoh adalah Kutai Barat. Di tengah keberagaman, di sini kita bisa hidup berdampingan, gotong royong, adem dan saling menghormati,” bangganya.

    Sebagai bentuk komitmen memperkuat toleransi, Pempriv Kaltim memberikan penghargaan kepada para penjaga rumah ibadah lintas agama melalui program perjalanan religi.

    Program tersebut meliputi perjalanan ke Mekkah dan Madinah bagi umat Islam, Yerusalem bagi umat Kristen, Vatikan bagi umat Katolik, India bagi umat Hindu, serta Tibet bagi penganut Konghucu.

     

    Kemenag RI Nasaruddin Umar Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.