Insitekaltim, Samarinda – Kepala UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Odah Bersama Abdul Azis mengatakan Odah Bersama kini menjadi rumah baru bagi 80 penyandang disabilitas di Kalimantan Timur (Kaltim).
Seluruh kapasitas layanan panti telah terpenuhi sejak mulai beroperasi pada 1 Januari 2026, dengan layanan yang mencakup penyandang disabilitas fisik, disabilitas mental, tunarungu, hingga tunanetra.
“Alhamdulillah sekarang target 80 klien sudah terpenuhi. Ke depan kami berharap bisa membuka layanan bagi penyandang disabilitas perempuan jika SDM sudah mencukupi,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.
Panti rehabilitasi milik Dinas Sosial Provinsi Kaltim yang berlokasi di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda itu berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare dan difungsikan sebagai pusat rehabilitasi sosial sekaligus pembinaan bagi penyandang disabilitas.
Selain menyediakan tempat tinggal, Odah Bersama juga memberikan layanan pemenuhan kebutuhan dasar bagi seluruh penghuni.
Azis menjelaskan, setiap klien mendapatkan fasilitas asrama yang memadai, konsumsi tiga kali sehari, serta layanan kesehatan rutin melalui kerja sama dengan Puskesmas Karang Asam.
Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung proses rehabilitasi para penghuni.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan rumah sakit agar penanganan medis dapat dilakukan lebih optimal apabila dibutuhkan.
“Kita sudah berkoordinasi juga dengan RS Hermina Samarinda, karena secara lokasi rumah sakit itulah yang terdekat dari panti ini,” terangnya.
Ia menambahkan, pengembangan layanan masih menjadi fokus UPTD Odah Bersama. Salah satu rencana yang disiapkan ialah membuka layanan bagi penyandang disabilitas perempuan, namun hal itu masih menunggu kesiapan sumber daya manusia yang memadai.
Melalui keberadaan Odah Bersama, Dinas Sosial Kaltim berharap penyandang disabilitas yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan tidak hanya memperoleh tempat tinggal yang aman, tetapi juga mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.

