Insitekaltim, Samarinda – Setiap 1 Agustus, media sosial dipenuhi ucapan, foto, hingga video romantis dalam rangka National Girlfriend Day. Di kalangan Gen Z, momen ini ternyata dimaknai dengan cara yang beragam. Ada yang menjadikannya kesempatan untuk memberi hadiah atau menghabiskan waktu bersama pasangan, sementara yang lain menganggap ungkapan kasih sayang tidak harus menunggu hari tertentu.
Salah satunya disampaikan April. Dirinya sudah mengetahui adanya National Girlfriend Day dan menilai momen tersebut layak dirayakan bersama pasangan.
“Harus dong. Aku maunya jalan-jalan,” ujarnya di Samarinda, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Meski demikian, April berpendapat perhatian kepada pasangan seharusnya tidak hanya diberikan saat peringatan National Girlfriend Day.
“Menurutku tiap hari sih, cuma harus ada momen yang lebih dari hari biasanya,” jelasnya
Baginya, perayaan seperti ini tetap membawa suasana berbeda dalam hubungan karena identik dengan kejutan atau hadiah.
“Kalau ada event begini kan jadi ada hadiah, jadi senang. Kalau tiap hari sama itu kan bosan juga,” tambahnya.
Pandangan berbeda disampaikan Fatim. Ia mengaku baru mengetahui adanya National Girlfriend Day. Namun, menurutnya, bentuk apresiasi kepada pasangan justru lebih bermakna jika dilakukan dalam keseharian.
“Kalau bisa tiap hari lebih bagus. Bentuk apresiasi kan enggak harus selalu hal besar, bisa hal-hal kecil tapi dilakukan setiap hari,” tuturnya.
Karena itu, Fatim menilai perayaan seperti National Girlfriend Day tidak terlalu memengaruhi hubungannya.
Sementara itu, Bintang melihat National Girlfriend Day sebagai kesempatan untuk memberi perhatian lebih kepada pasangan. Ia pun baru mengetahui adanya peringatan tersebut, tetapi langsung menganggapnya sebagai momen yang patut dirayakan.
“Perlu dong, apalagi pasangan lagi pundung, jadi perlu dibujuk,” ucapnya.
Menurut Bintang, perhatian kepada pasangan bisa diberikan kapan saja. Namun, momen khusus seperti ini tetap memberikan kesan positif bagi hubungan.
“Ngaruh supaya langgeng,” katanya.
Hal senada diungkapkan Haikal. Meski sebelumnya tidak mengetahui adanya National Girlfriend Day, ia menilai momen tersebut tetap penting sebagai pengingat untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang yang dicintai.
“Buatku itu perlu. Orang yang kusayang tetap patut mendapat rasa kasih sayang, supaya mereka tahu kalau benar-benar dicintai,” terangnya.
Ia pun berencana menghabiskan waktu bersama pasangannya dengan menonton film, menikmati makanan favorit dan quality time bersama. Meski begitu, Haikal menegaskan bahwa ungkapan kasih sayang tidak seharusnya menunggu momen tertentu.
“Kapan pun bisa. Menurutku pasangan harus tahu kalau mereka dicintai tanpa syarat. Bentuk cinta tiap orang juga berbeda-beda,” tegasnya.
Di sisi lain, National Girlfriend Day juga dimaknai berbeda oleh Gen Z yang belum memiliki pasangan. Bagi Risky, peringatan tersebut bukanlah momen yang memiliki daya tarik khusus.
“Kalau ada yang mau merayakannya dan senang-senang dengan pasangannya silakan saja. Tapi buatku pribadi, hari seperti ini enggak punya daya tarik yang spesial,” ungkapnya.
Meski linimasa media sosial biasanya dipenuhi unggahan romantis saat National Girlfriend Day, Risky mengaku tidak merasa iri ataupun terganggu.
“Nggak ngaruh sama sekali. Aku sekarang lagi di fase yang benar-benar menikmati hidup sendiri. Waktu luangku rasanya udah sangat fulfilling dipakai buat hal-hal yang aku suka,” sambungnya.
Menurutnya, perayaan seperti National Girlfriend Day bisa dimaknai berbeda oleh setiap orang. Bagi mereka yang merayakannya tentu membawa kebahagiaan, tetapi bagi sebagian orang yang mudah merasa tertinggal atau fear of missing out (FOMO), momen tersebut juga dapat menjadi tekanan sosial.
Pandangan yang tak jauh berbeda disampaikan Mita. Ia baru mengetahui adanya National Girlfriend Day dan menganggap perayaan tersebut sebagai hal yang biasa karena tidak ikut merayakannya.
“Kalau lihat postingan pasangan juga enggak ngaruh yang gimana-gimana,” sebutnya.
Beragam tanggapan tersebut menunjukkan National Girlfriend Day dimaknai secara berbeda oleh Gen Z. Ada yang memanfaatkannya sebagai momen untuk menciptakan kenangan bersama pasangan, ada pula yang memilih menunjukkan kasih sayang melalui perhatian sederhana setiap hari. Sementara bagi sebagian lainnya, terutama yang masih melajang, peringatan ini hanyalah salah satu tren tahunan yang tidak memberikan pengaruh berarti dalam kehidupan mereka.

