Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    September 15, 2026

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»National Girlfriend Day, Cara Gen Z Memaknainya Ternyata Beragam
    Lifestyle

    National Girlfriend Day, Cara Gen Z Memaknainya Ternyata Beragam

    R’syaBy R’syaAgustus 1, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi pasangan menikmati waktu bersama di Pantai Beras Basah, Bontang. National Girlfriend Day dimaknai beragam oleh Gen Z, mulai dari quality time hingga menunjukkan perhatian dalam keseharian (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Setiap 1 Agustus, media sosial dipenuhi ucapan, foto, hingga video romantis dalam rangka National Girlfriend Day. Di kalangan Gen Z, momen ini ternyata dimaknai dengan cara yang beragam. Ada yang menjadikannya kesempatan untuk memberi hadiah atau menghabiskan waktu bersama pasangan, sementara yang lain menganggap ungkapan kasih sayang tidak harus menunggu hari tertentu.

    Salah satunya disampaikan April. Dirinya sudah mengetahui adanya National Girlfriend Day dan menilai momen tersebut layak dirayakan bersama pasangan.

    “Harus dong. Aku maunya jalan-jalan,” ujarnya di Samarinda, Sabtu, 1 Agustus 2026.

    Meski demikian, April berpendapat perhatian kepada pasangan seharusnya tidak hanya diberikan saat peringatan National Girlfriend Day.

    “Menurutku tiap hari sih, cuma harus ada momen yang lebih dari hari biasanya,” jelasnya

    Baginya, perayaan seperti ini tetap membawa suasana berbeda dalam hubungan karena identik dengan kejutan atau hadiah.

    “Kalau ada event begini kan jadi ada hadiah, jadi senang. Kalau tiap hari sama itu kan bosan juga,” tambahnya.

    Pandangan berbeda disampaikan Fatim. Ia mengaku baru mengetahui adanya National Girlfriend Day. Namun, menurutnya, bentuk apresiasi kepada pasangan justru lebih bermakna jika dilakukan dalam keseharian.

    “Kalau bisa tiap hari lebih bagus. Bentuk apresiasi kan enggak harus selalu hal besar, bisa hal-hal kecil tapi dilakukan setiap hari,” tuturnya.

    Karena itu, Fatim menilai perayaan seperti National Girlfriend Day tidak terlalu memengaruhi hubungannya.

    Sementara itu, Bintang melihat National Girlfriend Day sebagai kesempatan untuk memberi perhatian lebih kepada pasangan. Ia pun baru mengetahui adanya peringatan tersebut, tetapi langsung menganggapnya sebagai momen yang patut dirayakan.

    “Perlu dong, apalagi pasangan lagi pundung, jadi perlu dibujuk,” ucapnya.

    Menurut Bintang, perhatian kepada pasangan bisa diberikan kapan saja. Namun, momen khusus seperti ini tetap memberikan kesan positif bagi hubungan.

    “Ngaruh supaya langgeng,” katanya.

    Hal senada diungkapkan Haikal. Meski sebelumnya tidak mengetahui adanya National Girlfriend Day, ia menilai momen tersebut tetap penting sebagai pengingat untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang yang dicintai.

    “Buatku itu perlu. Orang yang kusayang tetap patut mendapat rasa kasih sayang, supaya mereka tahu kalau benar-benar dicintai,” terangnya.

    Ia pun berencana menghabiskan waktu bersama pasangannya dengan menonton film, menikmati makanan favorit dan quality time bersama. Meski begitu, Haikal menegaskan bahwa ungkapan kasih sayang tidak seharusnya menunggu momen tertentu.

    “Kapan pun bisa. Menurutku pasangan harus tahu kalau mereka dicintai tanpa syarat. Bentuk cinta tiap orang juga berbeda-beda,” tegasnya.

    Di sisi lain, National Girlfriend Day juga dimaknai berbeda oleh Gen Z yang belum memiliki pasangan. Bagi Risky, peringatan tersebut bukanlah momen yang memiliki daya tarik khusus.

    “Kalau ada yang mau merayakannya dan senang-senang dengan pasangannya silakan saja. Tapi buatku pribadi, hari seperti ini enggak punya daya tarik yang spesial,” ungkapnya.

    Meski linimasa media sosial biasanya dipenuhi unggahan romantis saat National Girlfriend Day, Risky mengaku tidak merasa iri ataupun terganggu.

    “Nggak ngaruh sama sekali. Aku sekarang lagi di fase yang benar-benar menikmati hidup sendiri. Waktu luangku rasanya udah sangat fulfilling dipakai buat hal-hal yang aku suka,” sambungnya.

    Menurutnya, perayaan seperti National Girlfriend Day bisa dimaknai berbeda oleh setiap orang. Bagi mereka yang merayakannya tentu membawa kebahagiaan, tetapi bagi sebagian orang yang mudah merasa tertinggal atau fear of missing out (FOMO), momen tersebut juga dapat menjadi tekanan sosial.

    Pandangan yang tak jauh berbeda disampaikan Mita. Ia baru mengetahui adanya National Girlfriend Day dan menganggap perayaan tersebut sebagai hal yang biasa karena tidak ikut merayakannya.

    “Kalau lihat postingan pasangan juga enggak ngaruh yang gimana-gimana,” sebutnya.

    Beragam tanggapan tersebut menunjukkan National Girlfriend Day dimaknai secara berbeda oleh Gen Z. Ada yang memanfaatkannya sebagai momen untuk menciptakan kenangan bersama pasangan, ada pula yang memilih menunjukkan kasih sayang melalui perhatian sederhana setiap hari. Sementara bagi sebagian lainnya, terutama yang masih melajang, peringatan ini hanyalah salah satu tren tahunan yang tidak memberikan pengaruh berarti dalam kehidupan mereka.

     

    Artikel Gen Z lifestyle National Girlfriend Day
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Tantangan Jurnalisme di Era Digital, Berita Faktual Dituntut Lebih Menarik

    September 13, 2026

    Tak Selalu Dingin, Kopi Panas Tetap Punya Penikmatnya

    September 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    Ratu ArifanzaSeptember 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda belum sepenuhnya tersedia pada bagian…

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,343 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.