Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026

    Andi Harun Buka Peluang CSR untuk Pemeliharaan Polder dan Fasilitas Pengendalian Banjir

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Musim Hujan, DBD Pencegahannya Harus Dimulai dari Rumah
    Kesehatan

    Musim Hujan, DBD Pencegahannya Harus Dimulai dari Rumah

    IraBy IraJuni 21, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Nyamuk Aedes aegypti (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Jadi kunci utama mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD), kini masih menjadi penyakit yang diwaspadai masyarakat Indonesia, terutama saat musim hujan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin menegaskan, DBD sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

    Genangan air yang muncul di berbagai tempat sering kali menjadi lokasi ideal, bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak dan meningkatkan risiko penularan penyakit.

    Kunci utamanya, menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    “Pencegahan yang paling efektif dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 18 Juni 2026.

    Menurut dr. Jaya, langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD adalah dengan memastikan lingkungan tempat tinggal tetap bersih dan bebas dari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

    Nyamuk Aedes aegypti dikenal senang bertelur di wadah yang menampung air bersih seperti bak mandi, ember, pot bunga, tempat minum hewan peliharaan, hingga barang bekas yang dibiarkan terbuka.

    Karena itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa lingkungan sekitar rumah agar tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    Salah satu upaya yang terus digalakkan pemerintah adalah Gerakan 3M Plus. Program ini dinilai masih menjadi cara paling efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

    Gerakan 3M meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

    Sementara itu, “Plus” mencakup berbagai tindakan tambahan seperti menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh.

    Selain peran masyarakat, keberadaan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan DBD. Mereka membantu memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

    DBD bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Gejalanya antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, hingga muncul bintik-bintik merah pada kulit. Jika tidak ditangani dengan cepat, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan mengancam jiwa.

    Karena itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama saat terjadi peningkatan kasus di lingkungan sekitar.

    Pada akhirnya, keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada kesadaran bersama. Membersihkan lingkungan hanya membutuhkan beberapa menit setiap minggu, tetapi langkah sederhana tersebut dapat mencegah risiko penyakit yang jauh lebih besar.

    Seperti yang diingatkan dr. Jaya Mualimin, pencegahan DBD yang paling efektif bukan berasal dari fogging atau pengobatan, melainkan dari kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    SintaOktober 14, 2026

    Samarinda, insitekaltim – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengevaluasi strategi penerimaan daerah menjelang akhir 2026,…

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026

    Andi Harun Buka Peluang CSR untuk Pemeliharaan Polder dan Fasilitas Pengendalian Banjir

    Oktober 14, 2026

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    Alat Perekaman KTP Samarinda Berusia 15 Tahun, Kamera Rusak Bisa Hentikan Pencetakan

    Oktober 13, 2026
    1 2 3 … 3,383 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.