Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tanpa APBD, DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

    Agustus 25, 2026

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Minuman Zero Sugar Kian Populer, Dokter Tirta: Lebih Aman, Tapi Bukan Tanpa Risiko
    Kesehatan

    Minuman Zero Sugar Kian Populer, Dokter Tirta: Lebih Aman, Tapi Bukan Tanpa Risiko

    RidhoBy RidhoFebruari 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Edukasi Dokter Tirta di YouTube (Screenshot YouTube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Tren minuman berlabel sugar free atau bebas gula terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi gula berlebih. Meski dinilai lebih aman dibandingkan gula tambahan, produk bebas gula tetap menyimpan risiko kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

    Hal tersebut disampaikan Dokter Tirta dalam sesi edukasi mengenai pola konsumsi gula dan pemanis buatan yang diunggah melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Jumat, 20 Februari 2026.

    Dokter Tirta menjelaskan, meningkatnya kritik global terhadap konsumsi gula, khususnya pada minuman bersoda, mendorong produsen menghadirkan varian zero sugar dengan mengganti gula menggunakan pemanis buatan.

    “Ketika masyarakat dunia makin sadar bahaya gula, produsen merespons dengan produk sugar free. Tapi perlu dipahami, bebas gula bukan berarti tanpa pemanis. Tetap ada zat tambahan seperti stevia atau aspartam,” ujarnya.

    Menurutnya, minuman bebas gula memang memiliki kalori lebih rendah karena tidak mengandung gula tambahan. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menjadikan sepenuhnya aman bagi tubuh.

    “Kalorinya kosong, tapi pemanisnya tetap ada. Apakah aman? Tidak 100 persen. Konsumsi pemanis buatan secara berlebihan masih berpotensi menimbulkan resistensi insulin, meskipun risikonya lebih kecil dibandingkan gula biasa,” jelasnya.

    Ia menilai pemanis buatan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula. Namun, langkah paling aman adalah membiasakan diri mengurangi rasa manis secara keseluruhan.

    “Pilihan terbaik sebenarnya membiasakan rasa tawar. Zero sugar tidak lebih berbahaya dari gula, tapi juga bukan berarti sepenuhnya aman,” katanya.

    Dokter Tirta juga mengingatkan bahwa tubuh tetap memerlukan gula sebagai sumber energi, terutama bagi individu dengan aktivitas fisik tinggi seperti pekerja lapangan, pengemudi ojek, atau mereka yang rutin berolahraga.

    “Tubuh tetap butuh gula. Jangan sampai terjebak gimik pemasaran. Stevia memang lebih aman dibanding gula, tapi kalau berlebihan tetap tidak baik. Jadikan pemanis pengganti sebagai fase transisi menuju pola makan rendah gula,” ujarnya.

    Menutup penyampaiannya, ia menegaskan bahwa pembatasan gula tidak akan berdampak signifikan jika asupan karbohidrat sederhana masih berlebihan.

    “Kalau gula dikurangi tapi nasi dimakan berlebihan, hasilnya tetap sama. Kuncinya ada pada keseimbangan,” pungkasnya.

     

    Dokter Tirta Edukasi Kesehatan Konsumsi Gula Pemanis Buatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Festival Merah Putih Kaltim Sediakan CKG, Warga Untuk Periksa Kesehatan Dasar

    Agustus 22, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tanpa APBD, DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan…

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,296 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.