Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    Oktober 19, 2026

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Krisis SDM Hingga Literasi Jadi Sorotan, Ekmal Ingatkan Jaga Kualitas Pers Mahasiswa
    Pendidikan

    Krisis SDM Hingga Literasi Jadi Sorotan, Ekmal Ingatkan Jaga Kualitas Pers Mahasiswa

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 31, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ekmal, Mantan Ketua Umum Pers Mahasiswa UKM FISIPERS Unmul
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Mantan Ketua Umum (Ketum) Pers Mahasiswa (Persma) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fisipers Universitas Mulawarman (UNMUL), Ekmal menilai tantangan utama pers mahasiswa di Samarinda saat ini bukan hanya soal adaptasi digital, melainkan krisis sumber daya manusia (SDM) dan menurunnya budaya literasi di kalangan mahasiswa.

    Menurut Ekmal, Persma di Samarinda memiliki keberagaman dalam mengelola media sosial, website, hingga produk tulisan. Namun, keberagaman tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas SDM dan konsistensi pengelolaan organisasi.

    “Persma hari ini terlihat aktif di berbagai platform, tapi minat jurnalistik mahasiswa justru menurun. Ini beriringan dengan literasi yang ikut melemah,” ujar Ekmal, Rabu, 31 Desember 2025.

    Secara historis Persma hadir sebagai ruang kritik dan pengawasan di lingkungan kampus. Peran tersebut seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas penulisan dan riset di internal persma.

    Ia menilai, perdebatan soal idealisme Persma sering kali keliru diarahkan. Bagi Ekmal, persoalan idealisme tidak bisa dilepaskan dari individu yang menjalankan persma itu sendiri.

    “Bukan lembaganya yang tidak idealis, tapi orang-orang di dalamnya yang memilih nyaman mengikuti arus kampus dan era digital,” katanya.

    Sebagai mantan Ketum, Ekmal juga menyinggung kondisi politik kampus yang menurutnya menjadi miniatur politik regional. Dalam situasi tersebut, Persma kerap berada pada posisi rentan karena tidak memiliki kekuatan struktural maupun finansial seperti pers profesional.

    “Persma sering berperan sebagai lembaga pemantau kampus, tapi tidak jarang dianggap hanya membuat cerita tanpa dampak,” ujarnya.

    Lebih lanjut Ekmal menjelaskan bahwa kedekatan yang berlebihan dengan birokrasi berpotensi melemahkan daya kritis persma dan mengaburkan fungsi kontrol sosial yang seharusnya dijalankan.

    Soal independensi, Ekmal berpandangan bahwa independensi penuh masih sangat sulit dicapai oleh Persma. Namun, nilai tersebut tetap harus diperjuangkan melalui sikap kritis dan konsistensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai persma.

    “Independen itu bukan sesuatu yang langsung dimiliki, tapi diperjuangkan. Persma berproses menuju independensi,” tegasnya.

    Ia menambahkan, keberadaan aliansi Persma di Samarinda yang berjejaring dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) penting sebagai ruang belajar, advokasi, dan solidaritas. Namun, menurutnya, kekuatan utama Persma tetap terletak pada konsistensi internal masing-masing lembaga.

    “Tanpa komitmen pada kode etik dan keberanian menjaga jarak dari kepentingan birokrasi, persma hanya akan menjadi organisasi mahasiswa yang kebetulan menulis berita,” pungkas Ekmal.

    Ia berharap, konsistensi dan keberanian menjadi kunci agar persma tidak kehilangan identitas kritisnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    SintaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Samarinda telah mencapai 21…

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.