Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Krisis SDM Hingga Literasi Jadi Sorotan, Ekmal Ingatkan Jaga Kualitas Pers Mahasiswa
    Pendidikan

    Krisis SDM Hingga Literasi Jadi Sorotan, Ekmal Ingatkan Jaga Kualitas Pers Mahasiswa

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 31, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ekmal, Mantan Ketua Umum Pers Mahasiswa UKM FISIPERS Unmul
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Mantan Ketua Umum (Ketum) Pers Mahasiswa (Persma) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fisipers Universitas Mulawarman (UNMUL), Ekmal menilai tantangan utama pers mahasiswa di Samarinda saat ini bukan hanya soal adaptasi digital, melainkan krisis sumber daya manusia (SDM) dan menurunnya budaya literasi di kalangan mahasiswa.

    Menurut Ekmal, Persma di Samarinda memiliki keberagaman dalam mengelola media sosial, website, hingga produk tulisan. Namun, keberagaman tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas SDM dan konsistensi pengelolaan organisasi.

    “Persma hari ini terlihat aktif di berbagai platform, tapi minat jurnalistik mahasiswa justru menurun. Ini beriringan dengan literasi yang ikut melemah,” ujar Ekmal, Rabu, 31 Desember 2025.

    Secara historis Persma hadir sebagai ruang kritik dan pengawasan di lingkungan kampus. Peran tersebut seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas penulisan dan riset di internal persma.

    Ia menilai, perdebatan soal idealisme Persma sering kali keliru diarahkan. Bagi Ekmal, persoalan idealisme tidak bisa dilepaskan dari individu yang menjalankan persma itu sendiri.

    “Bukan lembaganya yang tidak idealis, tapi orang-orang di dalamnya yang memilih nyaman mengikuti arus kampus dan era digital,” katanya.

    Sebagai mantan Ketum, Ekmal juga menyinggung kondisi politik kampus yang menurutnya menjadi miniatur politik regional. Dalam situasi tersebut, Persma kerap berada pada posisi rentan karena tidak memiliki kekuatan struktural maupun finansial seperti pers profesional.

    “Persma sering berperan sebagai lembaga pemantau kampus, tapi tidak jarang dianggap hanya membuat cerita tanpa dampak,” ujarnya.

    Lebih lanjut Ekmal menjelaskan bahwa kedekatan yang berlebihan dengan birokrasi berpotensi melemahkan daya kritis persma dan mengaburkan fungsi kontrol sosial yang seharusnya dijalankan.

    Soal independensi, Ekmal berpandangan bahwa independensi penuh masih sangat sulit dicapai oleh Persma. Namun, nilai tersebut tetap harus diperjuangkan melalui sikap kritis dan konsistensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai persma.

    “Independen itu bukan sesuatu yang langsung dimiliki, tapi diperjuangkan. Persma berproses menuju independensi,” tegasnya.

    Ia menambahkan, keberadaan aliansi Persma di Samarinda yang berjejaring dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) penting sebagai ruang belajar, advokasi, dan solidaritas. Namun, menurutnya, kekuatan utama Persma tetap terletak pada konsistensi internal masing-masing lembaga.

    “Tanpa komitmen pada kode etik dan keberanian menjaga jarak dari kepentingan birokrasi, persma hanya akan menjadi organisasi mahasiswa yang kebetulan menulis berita,” pungkas Ekmal.

    Ia berharap, konsistensi dan keberanian menjadi kunci agar persma tidak kehilangan identitas kritisnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    April 16, 2026

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026

    Gratispol Diklaim Berdampak Nyata, Gubernur Kaltim Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Kerja

    April 14, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjawab Masalah, Disdikbud Kaltim Soroti Anak Putus Sekolah dan Rendahnya Kualitas Pendidikan

    April 14, 2026

    Pelatihan Jurnalistik Polnes Tak Sekadar Dasar, Fokus Cetak Jurnalis Siap Terjun

    April 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    Andika SaputraApril 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Jika ada satu hal yang paling membekas dari sosok Mohammad Sukri, itu…

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026

    Pencegahan Narkoba Tak Cukup Andalkan Aparat, Keterlibatan Warga Jadi Kunci

    April 18, 2026

    Program Rehabilitasi Warga Binaan Jadi Prioritas Kalapas Baru Samarinda

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.