Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dukung Kenyamanan Pedagang, Disdag Samarinda Koordinasikan Penyediaan Listrik Pasar Pagi

    Oktober 24, 2026

    Pembangunan RS Korpri Samarinda Disorot, Pemkot Minta Kajian Banjir hingga Andalalin

    Oktober 24, 2026

    Aktivitas Pedagang di Polder Air Hitam Tumbuh, Dishub Samarinda Dorong Penataan Parkir yang Legal

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon
    Artikel

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi lahan di salah satu kawasan Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, yang terlihat memiliki bagian lahan terbuka serta sejumlah bekas tebangan pohon. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Hutan kerap dipandang sebatas hamparan pepohonan yang menghijau. Padahal, keberadaannya memiliki fungsi yang jauh lebih luas bagi kehidupan manusia. Hutan menjadi habitat berbagai satwa, menjaga tata air, membantu menyerap karbon, sekaligus menyediakan sumber penghidupan bagi masyarakat.

    Ketika kawasan hutan terbakar atau mengalami penebangan, kerusakan yang terjadi tidak hanya terlihat dari pohon-pohon yang hilang. Ada rangkaian dampak lain yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menyentuh kehidupan masyarakat di sekitarnya.

    Kebakaran hutan dan lahan dapat menghasilkan asap yang menurunkan kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

    Dampaknya juga dapat merambat ke aktivitas sosial. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat membatasi kegiatan di luar ruangan. Aktivitas sekolah, pekerjaan, perjalanan, hingga kegiatan masyarakat dapat ikut terganggu.

    Sementara itu, penebangan pohon secara berlebihan dapat mengurangi tutupan vegetasi yang berfungsi menahan air hujan dan menjaga struktur tanah. Ketika tutupan lahan semakin terbuka, air hujan lebih mudah mengalir di permukaan dan membawa lapisan tanah. Dalam kondisi tertentu, keadaan tersebut dapat meningkatkan risiko erosi, banjir maupun longsor.

    Kerusakan hutan juga mengancam kehidupan satwa. Hilangnya pepohonan dan habitat membuat ruang hidup satwa semakin terbatas. Satwa yang kehilangan habitatnya dapat berpindah ke kawasan lain, termasuk mendekati permukiman masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan konflik antara manusia dan satwa.

    Dari sisi ekonomi, masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya hutan juga dapat terkena dampaknya. Hasil hutan, lahan pertanian, perkebunan, hingga sumber air menjadi bagian dari ekosistem yang saling berkaitan. Ketika lingkungan mengalami kerusakan, produktivitas dan akses terhadap sumber daya tersebut dapat ikut berubah.

    Kerugian akibat kerusakan hutan juga tidak selalu dapat dihitung dalam waktu singkat. Pohon yang ditebang dapat digantikan melalui penanaman kembali, tetapi memulihkan fungsi ekologis hutan membutuhkan waktu jauh lebih panjang.

    Karena itu, persoalan kebakaran dan penebangan hutan bukan hanya tentang berapa banyak pohon yang hilang. Persoalannya menyangkut bagaimana masyarakat dapat mempertahankan kualitas lingkungan dan sumber kehidupan untuk jangka panjang.

    Upaya menjaga hutan dapat dimulai dari pencegahan kebakaran, pengawasan terhadap aktivitas penebangan, pemulihan lahan yang telah rusak, serta pemanfaatan kawasan secara lebih bertanggung jawab.

    Sebab, ketika hutan kehilangan fungsinya, dampaknya pada akhirnya kembali kepada manusia. Udara, air, tanah, kesehatan, aktivitas sosial hingga sumber penghasilan masyarakat semuanya memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan yang terjaga.

     

    Hutan karhutla Kebakaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    “Bencana Urusan Bersama”, Srikandi BPBD Samarinda Ambil Peran dalam Penanganan Karhutla

    Oktober 22, 2026

    Celni Minta Pemerintah Pusat Tetapkan Karhutla Kalimantan sebagai Bencana Nasional

    Oktober 21, 2026

    Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan

    Oktober 21, 2026

    Status Darurat Karhutla Samarinda Dievaluasi, Pemkot Pantau Kualitas Udara dan Ketersediaan Air

    Oktober 21, 2026

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dukung Kenyamanan Pedagang, Disdag Samarinda Koordinasikan Penyediaan Listrik Pasar Pagi

    SintaOktober 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Samarinda membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai, termasuk…

    Pembangunan RS Korpri Samarinda Disorot, Pemkot Minta Kajian Banjir hingga Andalalin

    Oktober 24, 2026

    Aktivitas Pedagang di Polder Air Hitam Tumbuh, Dishub Samarinda Dorong Penataan Parkir yang Legal

    Oktober 24, 2026

    Puluhan Lubang Galian Misterius Rusak Jalan Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Wali Kota Andi Harun Soroti Risiko Banjir RS KORPRI

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,403 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.