Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan

    Oktober 21, 2026

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    Status Darurat Karhutla Samarinda Dievaluasi, Pemkot Pantau Kualitas Udara dan Ketersediaan Air

    Oktober 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan
    Pemerintah

    Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan

    AminahBy AminahOktober 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Titik panas karhutla di Kalimantan Timur turun dari sekitar 600 menjadi 300 titik. (Dok/BMKG Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penurunan jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur belum sepenuhnya mengakhiri persoalan kabut asap. Meski laporan kebakaran mulai berkurang di sejumlah daerah, asap dari kebakaran sebelumnya masih bertahan di atmosfer dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, pemantauan menunjukkan kecenderungan penurunan titik panas dalam beberapa waktu terakhir. Jumlahnya sempat berada di kisaran 600 titik, kemudian turun menjadi sekitar 300 titik.

    Namun, angka tersebut tidak bisa langsung dimaknai sebagai jumlah kejadian kebakaran. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang masih harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan.

    “Titik panas itu bukan kebakaran, itu pembacaan anomali di darat terhadap suhu permukaan. Itu harus divalidasi oleh kita,” kata Buyung, Selasa, 20 Oktober 2026.

    Berdasarkan data laporan yang diterima BPBD pada periode 16–18 Oktober 2026, terdapat kecenderungan penurunan aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah. Balikpapan, Berau, Bontang, dan Kutai Barat disebut tidak memiliki laporan kebakaran baru yang masuk selama periode tersebut.

    Sementara di Kutai Kartanegara, laporan terakhir yang disebutkan BPBD tercatat pada 16 Oktober dengan dua kejadian. Adapun kawasan Sangatta, Kutai Timur, masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.

    Meski demikian, penurunan laporan belum menjamin kebakaran sepenuhnya berakhir. Buyung mencontohkan kebakaran di kawasan Pelita yang telah dipadamkan selama tiga hari berturut-turut, tetapi kembali muncul di area yang sama.

    Kondisi itu diduga berkaitan dengan bara yang masih tersisa setelah pemadaman. Selain itu, kebakaran juga dapat muncul di titik berbeda sehingga petugas harus terus melakukan pemantauan dan penanganan.

    Persoalan lain yang belum selesai ialah asap yang masih berada di atmosfer. Buyung menjelaskan, berkurangnya kebakaran baru, tidak serta-merta menghilangkan asap yang telah terakumulasi.

    Kondisi cuaca dan intensitas sinar matahari turut memengaruhi bagaimana asap terlihat di permukaan. Ia berharap hujan yang lebih merata pada awal musim hujan, yang diperkirakan mulai November, dapat membantu mengurangi dampak kabut asap.

    “Asap itu enggak akan bisa hilang. Dia bisa hilang kalau misalnya cahaya matahari tembus. Tapi kalau hilang, insyaallah setelah musim hujan,” ujarnya.

    Buyung mengatakan hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir belum cukup untuk memastikan kabut asap segera berakhir. Ia memperkirakan dibutuhkan hujan deras yang berlangsung beberapa hari, tetapi belum dapat memastikan durasi yang diperlukan karena bergantung pada kondisi atmosfer.

    Asap Karhutla BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan karhutla
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Status Darurat Karhutla Samarinda Dievaluasi, Pemkot Pantau Kualitas Udara dan Ketersediaan Air

    Oktober 21, 2026

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    BPBD Tak Beri Penilaian soal Status Bencana Nasional, Sebut Penanganan Karhutla Terus Berjalan

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan

    AminahOktober 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penurunan jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur…

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    Status Darurat Karhutla Samarinda Dievaluasi, Pemkot Pantau Kualitas Udara dan Ketersediaan Air

    Oktober 21, 2026

    Saefuddin Zuhri: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Siap Membawa Perubahan

    Oktober 21, 2026

    Disdukcapil Samarinda Dorong Peremajaan Perangkat KTP-el

    Oktober 21, 2026
    1 2 3 … 3,396 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.