Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026

    Kejaksaan Kaltim Upayakan Pengembalian Barang Bukti hingga ke Rumah Penerima

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa
    DPRD Samarinda

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Kota Samarinda yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di berbagai titik Kota Samarinda. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan akibat memburuknya kualitas udara dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum berjalan efektif.

    “Keterbatasan perangkat dan akses internet menjadi kendala bagi sebagian siswa dalam mengikuti pembelajaran dari rumah,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, PJJ merupakan langkah yang diambil dalam kondisi darurat untuk melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara yang tidak sehat. Namun, penerapannya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan siswa dan sekolah dalam mendukung pembelajaran daring.

    “Kalau kita bilang efektif atau tidak, tentu tidak efektif,” ujarnya.

    Berdasarkan kunjungannya ke sejumlah sekolah, Sri menemukan perbedaan dalam pelaksanaan PJJ. Sebagian sekolah telah memanfaatkan laptop untuk menyampaikan materi dan memberikan tugas, sedangkan sekolah lainnya masih menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran.

    “Tidak semua anak memiliki akses HP atau tidak semua anak memiliki internet, atau mungkin gurunya tidak punya laptop, ya itu kan jadi masalah,” katanya.

    Menurutnya, keterbatasan tersebut membuat tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Siswa yang tidak memiliki telepon seluler maupun koneksi internet berisiko hanya menerima tugas tanpa memperoleh materi pembelajaran secara maksimal.

    Meski demikian, ia mencontohkan sejumlah sekolah yang dinilai mampu menjalankan PJJ dengan memanfaatkan perangkat teknologi. Salah satunya SD 004 dan SD 010, yang disebutnya telah memberikan materi serta tugas melalui laptop sehingga dapat diakses siswa yang memiliki perangkat dan jaringan internet.

    “Nah itu kebetulan di daerah SD 04, SD 010 kalau enggak salah, itu dia PJJ-nya bagus. Jadi dia memberikan tugas, memberikan pembelajaran melalui laptop tadi dan beberapa anak bisa mengakses yang memiliki internet atau memiliki HP atau laptop,” tuturnya.

    Sri Puji menilai, kekurangan materi selama PJJ dapat dilengkapi setelah pembelajaran tatap muka kembali berlangsung. Namun, sekolah tetap perlu memperhatikan kebutuhan siswa agar keterbatasan fasilitas tidak semakin menghambat proses belajar.

    Ia berharap penerapan PJJ tidak berlangsung terlalu lama karena metode tersebut seharusnya menjadi solusi sementara dalam kondisi darurat, khususnya ketika kualitas udara memburuk dan berisiko bagi kesehatan siswa.

    “Harapannya PJJ-nya kan sebentar saja, enggak sebagai waktu pokok,” katanya.

    Sri Puji menegaskan, perlindungan kesehatan siswa perlu berjalan seiring dengan pemenuhan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.

    “Karena itu sekolah diharapkan tetap mengupayakan penyampaian materi pembelajaran, termasuk bagi siswa yang terkendala perangkat dan akses internet,” pungkasnya.

     

    DPRD Samarinda karhutla Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) PJJ
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    BPBD Tak Beri Penilaian soal Status Bencana Nasional, Sebut Penanganan Karhutla Terus Berjalan

    Oktober 20, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Ratu ArifanzaOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menilai pembelajaran jarak…

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026

    Kejaksaan Kaltim Upayakan Pengembalian Barang Bukti hingga ke Rumah Penerima

    Oktober 20, 2026

    BPBD Tak Beri Penilaian soal Status Bencana Nasional, Sebut Penanganan Karhutla Terus Berjalan

    Oktober 20, 2026

    Perluas Akses Bantuan Sosial, Pemkot Samarinda Libatkan ASN hingga Pengurus RT

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,394 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.