Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»Kendala Integrasi Klinik Swasta dalam Eliminasi TBC Kutai Timur
    Diskominfo Kutim

    Kendala Integrasi Klinik Swasta dalam Eliminasi TBC Kutai Timur

    SittiBy SittiNovember 16, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Siti Robiah Ketua DPPM Kutim saat sambutan dalam Pengembangan dan Evaluasi DPPM TBC di Kutai Timur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Sangatta – Dalam upaya mempercepat eliminasi tuberculosis (TBC) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ketua District Public Private Mix (DPPM) Kutim Siti Robiah mengutarakan beberapa tantangan yang dihadapi terutama dalam pelaporan kegiatan pengobatan TBC.

    Menurutnya, eliminasi TBC tidak hanya berkaitan dengan penemuan pengobatan, tetapi juga melibatkan pelaporan yang akurat dan teratur terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan.

    Ketua TP PPK Kutim itu juga menyampaikan bahwa kendala utama terdapat pada klinik-klinik swasta yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem pelaporan. Pengelola program seringkali kesulitan menyinkronkan kegiatan penyuluhan atau sosialisasi dengan manajemen klinik, sehingga pelaporan menjadi kurang terkoordinasi.

    “Dalam setiap kegiatan penyuluhan, hubungan antara pengelola dengan manajemen klinik harus ditingkatkan. Hal ini penting agar pengelola program dapat memberikan kepastian yang memadai kepada klinik-klinik swasta untuk dapat lebih aktif dalam pelaporan,” ungkap Siti Robiah saat Pengembangan dan Evaluasi DPPM TBC, di Hotel Royal Victoria, Kamis (16/11/2023)

    Dalam rangka mendukung upaya eliminasi TBC hingga tahun 2030, DPPM Kutim memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Siti Robiah berharap agar pemerintah dapat menyediakan alat-alat yang mendukung pengumpulan data dengan lebih mudah dan cepat.

    “Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat memberikan dukungan, terutama dalam menyediakan alat-alat yang dapat menunjang penemuan data dengan lebih efisien. APBD Kutai Timur diharapkan dapat men-support puskemas yang tersebar di wilayah kabupaten ini, mengingat luasnya wilayah Kutai Timur yang masih menyulitkan dalam menemukan kasus-kasus TBC,” tambahnya.

    Saat ini, baru terdapat tiga PCR dari Kementerian Kesehatan, yaitu di Sangata Selatan dan Muara Bengkal. Namun, mengingat luasnya wilayah Kutai Timur, Siti Robiah menyampaikan bahwa masih terdapat kesulitan dalam menemukan kasus-kasus TBC yang diperlukan untuk mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030.

    Ketua DPPM Kutim Siti Robiah TBC
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC-HIV Meningkat, DPRD Samarinda Desak Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Penanganan

    Juni 6, 2026

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Nur AjijahJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait kasus dugaan kawat medis tertinggal di tubuh pasien usai menjalani tindakan…

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.