Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    Juni 27, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Penderita TBC Masuk Penerima MBG

    Juni 27, 2026

    Krisis Lahan Pemakaman Mengancam, DPRD Samarinda Dorong Perda Satu Kecamatan Satu TPU

    Juni 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»DPRD Samarinda Dukung Penderita TBC Masuk Penerima MBG
    DPRD Samarinda

    DPRD Samarinda Dukung Penderita TBC Masuk Penerima MBG

    SittiBy SittiJuni 27, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar penderita tuberkulosis (TBC) menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari DPRD Samarinda.

    Program tersebut dinilai dapat membantu pemulihan pasien TBC, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami masalah ekonomi akibat penyakit yang dideritanya.

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mengatakan,pemberian MBG bagi penderita TBC merupakan langkah positif karena penyakit tersebut membutuhkan dukungan asupan gizi yang baik selama proses pengobatan.

    Banyak pasien TBC berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu yang juga menghadapi tantangan lain seperti stigma dan diskriminasi dari lingkungan sekitar.

    “Bagus, karena penderita TBC itu rata-rata banyak dari masyarakat yang rentan. Apalagi obat-obatan TBC biasanya membuat kondisi tubuh tidak langsung membaik, sehingga kebutuhan makan dan gizi harus diperhatikan,” ujar Sri Puji, Kamis, 25 Juni 2026.

    Bantuan makanan bergizi juga dapat menjadi bentuk pendampingan agar pasien lebih disiplin menjalani pengobatan. Sebab, selama ini sebagian penderita TBC masih menghadapi stigma sehingga sulit beraktivitas normal bahkan kehilangan pekerjaan.

    “Kadang mereka tidak bebas bekerja karena ada stigma masyarakat. Akhirnya masuk ke jurang kemiskinan. Kalau mendapatkan bantuan seperti ini, justru bisa membantu mereka,” katanya.

    Namun, Sri Puji mengingatkan agar program tersebut tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien TBC. Menurutnya, penderita penyakit kronis membutuhkan komposisi gizi yang lebih baik dibanding penerima manfaat umum.

    “Menunya harus diperbaiki. Bukan hanya sekadar makanan biasa. Proteinnya perlu diperbanyak, kebutuhan gizinya harus terpenuhi karena mereka sedang dalam proses pemulihan,” jelasnya.

    Standar makanan bagi pasien TBC tidak bisa disamakan dengan program makanan umum yang memiliki keterbatasan anggaran. Sebab, kondisi kesehatan penerima manfaat membutuhkan perhatian khusus.

    Terkait kesiapan penerapan program tersebut di daerah, Sri Puji menyebut Pemerintah Kota Samarinda pada dasarnya dapat mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Namun, pelaksanaannya tetap harus melihat kesiapan fasilitas pendukung, termasuk satuan pelayanan penyedia makanan bergizi.

    “Kalau memang menjadi penerima manfaat, daerah tentu mengikuti. Tinggal bagaimana pembagiannya. Untuk kesiapan SPPG, saya kira sudah berjalan dan tinggal menyesuaikan mekanismenya,” ujarnya.

    Selain pemberian makanan, penanganan TBC tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pengobatan, skrining, hingga kepatuhan pasien menjalani terapi.

    Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat mendapatkan hak atas kesehatan, namun masyarakat juga memiliki kewajiban mengikuti proses pengobatan.

    “Pemerintah bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat. Obat sudah ditanggung negara, skrining juga ditanggung. Tinggal bagaimana masyarakat menjalani pengobatan itu,” katanya.

    Kemungkinan adanya aturan terkait sanksi bagi penderita TBC maupun HIV yang menolak menjalani pengobatan. Menurutnya, hal tersebut perlu diatur sebagai bentuk perlindungan masyarakat luas.

    Sejumlah daerah yang menerapkan pendekatan khusus, seperti kunjungan rumah dan pendampingan bagi pasien yang sulit diajak berobat.

    “Kalau pasien tidak mau berobat, harus ada upaya pemerintah. Nanti bisa diatur bagaimana mekanismenya, termasuk sanksi agar tidak membahayakan masyarakat lain,” pungkasnya.

     

    DPRD Samarinda MBG Sri Puji Astuti TBC
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Krisis Lahan Pemakaman Mengancam, DPRD Samarinda Dorong Perda Satu Kecamatan Satu TPU

    Juni 27, 2026

    Kelanjutan Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Anggaran Utamakan Layanan Dasar

    Juni 27, 2026

    DPRD Kawal Rencana Kawasan Industri Samarinda, Tegaskan Pengembangan Harus Mengacu RTRW

    Juni 26, 2026

    Buka Akses ke Retail Modern, DPRD Usulkan Batas Modal UMKM Naik Jadi Rp50 Juta

    Juni 25, 2026

    DPRD Tolak Keras Pemangkasan Anggaran, Bantuan Pakan dan Bibit Ikan Terancam Terhenti

    Juni 25, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    R’syaJuni 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan konflik kehutanan di Indonesia tidak akan…

    DPRD Samarinda Dukung Penderita TBC Masuk Penerima MBG

    Juni 27, 2026

    Krisis Lahan Pemakaman Mengancam, DPRD Samarinda Dorong Perda Satu Kecamatan Satu TPU

    Juni 27, 2026

    Kelanjutan Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Anggaran Utamakan Layanan Dasar

    Juni 27, 2026

    Hetifah: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global

    Juni 27, 2026
    1 2 3 … 3,175 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.