Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Kemiskinan Rendah Tapi Stunting Tinggi, Andi Faizal Sindir Anggaran Hanya Untuk Rapat
    DPRD Bontang

    Kemiskinan Rendah Tapi Stunting Tinggi, Andi Faizal Sindir Anggaran Hanya Untuk Rapat

    AminahBy AminahAgustus 13, 2024Updated:Agustus 13, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Kota Bontang tercatat sebagai salah satu daerah dengan persentase penduduk miskin terendah di Kalimantan Timur, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang, angka kemiskinan kota ini hanya 4,11 persen, menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terendah kedua setelah Kota Balikpapan.

    Ironisnya, meskipun Bontang memiliki wilayah yang kecil dan jumlah penduduk yang terbatas, kota ini justru memiliki prevalensi stunting yang tinggi.

    Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, prevalensi stunting di Bontang mencapai 23,26 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan yang rendah.

    Menanggapi kondisi ini, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengaku prihatin serta mendorong pendekatan yang lebih serius untuk menangani masalah stunting.

    “Indikator kemiskinan memang tergantung pada cara perhitungannya, tetapi tingginya angka stunting menunjukkan bahwa kita harus lebih serius dalam menangani masalah ini,” ujar Andi Faizal setelah Rapat Paripurna ke-18 DPRD Bontang, Senin (12/8/2024).

    Angka kemiskinan ditentukan berdasarkan pendapatan per kapita per bulan, dengan ambang batas kemiskinan pada Rp763.661 per bulan.

    “Jika pengeluaran rumah tangga berada di bawah angka tersebut, maka mereka dianggap miskin,” jelasnya.

    Meski angka kemiskinan di Bontang rendah, pemerintah harus terus mendorong edukasi tentang gizi dan kesehatan sejak pranikah, kehamilan dan pola asuh anak.

    “Stunting bukan hanya masalah pemberian gizi setelah anak lahir, tapi juga harus dimulai dari tahap awal seperti kehamilan dan pola asuh,” tuturnya.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bahkan memberikan penghargaan kepada Bontang atas kategori percepatan penurunan stunting terendah, yang diserahkan oleh Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik pada Hari Keluarga Nasional di Mangrove Park Saleba, Kamis (25/7/2024).

    “Ini merupakan tamparan bagi kita. Dengan wilayah kecil dan populasi terbatas, tetapi stunting masih tinggi, artinya kita memerlukan kerja sama semua pihak dan penanganan khusus,” tegasnya.

    Dia juga mengkritik penggunaan anggaran yang belum optimal dalam menangani stunting.

    “Anggaran untuk penanganan stunting seharusnya digunakan secara efektif untuk pemberian makanan bergizi, bukan hanya untuk rapat-rapat,” tandasnya.

    Andi Faizal Sofyan Hasdam BPS Bontang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    Ratu ArifanzaSeptember 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman rabies masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di Kaltim. Dalam tiga tahun…

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026
    1 2 3 … 3,368 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.