Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    Mei 20, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Konflik Lahan Bendungan Marangkayu Mulai Temui Titik Terang, Ganti Rugi Segera Diproses

    Mei 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang
    Ekonomi

    Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Rudy Masud didampingi Wagub Seno Aji dan Sekda Sri Wahyuni saat ditemui awak media usai kegiatan.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tidak hanya berfokus pada perluasan lahan sawah, tetapi juga mulai mengarahkan penguatan sektor perkebunan sebagai sumber ekonomi baru daerah.

    Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pengembangan komoditas kakao dan kelapa dalam menjadi salah satu prioritas yang tengah didorong pemerintah.

    “Potensi kakao kita sangat besar. Kutai Timur, Berau, hingga Mahakam Ulu itu dikenal menghasilkan kakao berkualitas,” ujarnya saat memberikan arahan beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, pengembangan kakao dapat dilakukan melalui skema perhutanan sosial yang melibatkan kelompok tani dan masyarakat sekitar kawasan hutan. Dengan pola ini, selain menjaga kelestarian hutan, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

    Rudy juga mengungkapkan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan, khususnya dalam penyediaan bibit dan sarana pendukung lainnya. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu.

    “Dukungan dari pusat sudah ada. Tinggal kita di daerah bergerak cepat, terutama koordinasi dengan kabupaten yang punya potensi,” jelasnya.

    Ia pun meminta Dinas Perkebunan Kaltim segera menyusun langkah konkret bersama pemerintah kabupaten guna mempercepat pengembangan kakao di wilayah potensial.

    Rudy juga optimistis, peningkatan produksi kakao dalam jumlah besar akan membuka peluang investasi khususnya di sektor industri pengolahan.

    “Kalau produksinya besar, pasti investor akan datang. Ini bisa membuka lapangan kerja, tidak hanya di kebun, tapi juga di industri dan distribusi,” tambahnya.

    Selain kakao, komoditas lain yang dinilai memiliki prospek cerah adalah kelapa dalam. Tanaman ini dianggap cocok dikembangkan di wilayah pesisir Kalimantan Timur, mulai dari Berau hingga Paser.

    Namun demikian, ia mengakui kelapa dalam membutuhkan waktu relatif lama untuk panen, yakni sekitar 6 hingga 8 tahun. Sebagai alternatif, masyarakat juga dapat mengembangkan kelapa hibrida yang memiliki masa panen lebih cepat, sekitar 3 hingga 5 tahun.

    Rudy bahkan mencontohkan keberhasilan daerah lain dalam mengembangkan komoditas kelapa sebagai sumber devisa.

    “Saya mendapat informasi, ekspor kelapa di Maluku Utara bisa mencapai Rp1,2 triliun. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,” ungkapnya.

    Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan koordinasi serta memanfaatkan wilayah pesisir sebagai sentra pengembangan kelapa.

    “Wilayah pesisir sangat cocok, karena kelapa membutuhkan unsur garam untuk tumbuh optimal,” katanya.

    Pengembangan kakao dan kelapa ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan. Selain memperkuat sektor pertanian, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap sektor ekstraktif seperti minyak, gas, dan batu bara.

    kakao dan kelapa Mahakam Ulu Pemprov Kaltim Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Terima Audiensi Massa Konflik Agraria, Rudy Mas’ud Janji Bentuk Tim Khusus dan Evaluasi Perizinan

    Mei 19, 2026

    35 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Korpri Loa Bakung Tagih SHM, Gubernur Siap Cari Jalan Hukum

    Mei 18, 2026

    Polri Bangun Kekuatan dari Timur, Samarinda Jadi Titik Awal Penguatan Keamanan Kaltim

    Mei 18, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengingatkan masyarakat…

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Konflik Lahan Bendungan Marangkayu Mulai Temui Titik Terang, Ganti Rugi Segera Diproses

    Mei 19, 2026

    Kaltim Diincar Jadi Provinsi Pelopor Penerapan Manajemen Talenta ASN Secara Penuh

    Mei 19, 2026

    Terima Audiensi Massa Konflik Agraria, Rudy Mas’ud Janji Bentuk Tim Khusus dan Evaluasi Perizinan

    Mei 19, 2026
    1 2 3 … 3,098 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.