Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim dan Jerman Perkuat Kerja Sama Lingkungan melalui Proyek ProMangrovePeat
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim dan Jerman Perkuat Kerja Sama Lingkungan melalui Proyek ProMangrovePeat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 1, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menerima kunjungan Konsul Kerja Sama Pembangunan dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Mr Oliver Hoppe, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin, 30 Juni 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menerima kunjungan Konsul Kerja Sama Pembangunan dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Mr Oliver Hoppe, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin, 30 Juni 2025.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama pembangunan dalam proyek GIZ-ProMangrovePeat. Sebuah inisiatif antara Pemerintah Republik Federal Jerman dan Pemerintah Republik Indonesia. Proyek ini fokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, dengan wilayah utama kegiatan berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

    Sri Wahyuni menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan bahwa Kalimantan Timur telah lama menjalin kerja sama dengan Jerman, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan.

    “Sebelumnya, Kaltim sudah memiliki beberapa kerja sama dengan GIZ, termasuk perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Kami sangat terbuka dan mendukung proyek-proyek yang memperkuat keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

    Ia juga menyebutkan bahwa pada 3 Juli mendatang, GIZ bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud dijadwalkan mengunjungi Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung populasi Pesut Mahakam, salah satu satwa endemik yang menjadi simbol konservasi di daerah tersebut.

    Menurut Sri Wahyuni, keberlanjutan kerja sama antara Kaltim dan Jerman tetap terjaga meskipun terjadi pergantian pemerintahan. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tetap berkomitmen pada misi pembangunan desa, terutama wilayah-wilayah dengan nilai konservasi tinggi.

    “Pergantian pemerintahan tidak mengurangi semangat kerja sama kami dengan GIZ. Justru salah satu misi Gubernur saat ini adalah membangun desa, karena kawasan konservasi gambut dan mangrove sebagian besar berada di wilayah pedesaan,” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, Mr Oliver Hoppe juga menanyakan dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku terhadap lingkungan dan masyarakat Kaltim. Menanggapi hal itu, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa pembangunan IKN memberikan dampak besar dari sisi ekonomi.

    “Secara ekonomi, pembangunan IKN sangat berdampak positif bagi Kalimantan Timur. Namun, kami juga terus berupaya agar pembangunan ini tetap seimbang dengan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim telah menetapkan sejumlah kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Salah satunya adalah peraturan gubernur (pergub) yang membatasi eksploitasi di kawasan dengan nilai konservasi karbon tinggi.

    “Kawasan dengan nilai konservasi karbon tinggi tidak boleh dieksploitasi. Kebijakan ini mungkin belum banyak diterapkan di daerah lain dan menjadi bentuk komitmen kami menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” terang Sri Wahyuni.

    Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepahaman kedua pihak untuk terus memperkuat kerja sama dalam bidang lingkungan hidup, terutama pengelolaan lahan gambut dan hutan mangrove yang berkelanjutan, sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan hijau di Kalimantan Timur.(Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    ASEAN ProMangrovePeat Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    36 Pekerjaan 2025 Lewati Tahun Anggaran, Sekda Kaltim Pastikan Pembayaran Sesuai Progres

    September 30, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Ratu ArifanzaOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kaltim tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi…

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.