Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Kajian Tri City Berlanjut, Samarinda Usul Kereta Api dan Logistik Terintegrasi
    Pemerintah

    Kajian Tri City Berlanjut, Samarinda Usul Kereta Api dan Logistik Terintegrasi

    AminahBy AminahJuli 18, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Kawasan perkotaan Samarinda (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong pengembangan konsep Tri City tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik semata.

    Dalam pembahasan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), pemerintah mengusulkan agar konektivitas antardaerah di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dibangun secara terpadu, mulai dari jaringan transportasi hingga sistem logistik.

    Usulan tersebut muncul di tengah kajian lanjutan pengembangan kawasan Tri City yang selama ini mencakup Samarinda, Balikpapan, dan IKN.

    Pemkot menilai konsep tersebut perlu diperluas karena kebutuhan IKN ke depan tidak hanya bergantung pada akses jalan, tetapi juga pasokan pangan, distribusi barang, dan mobilitas masyarakat.

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pembahasan bersama JICA menunjukkan arah pengembangan kawasan yang semakin komprehensif.

    Menurutnya, pemerintah daerah meminta agar konsep Tri City melibatkan lebih banyak wilayah penyangga.

    “Awalnya memang Tri City, yaitu Samarinda, Balikpapan, dan IKN. Tapi kami mengusulkan agar Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, termasuk pemerintah provinsi juga dilibatkan. Jadi kawasan ini benar-benar saling terkoneksi,” ujar Marnabas, Jumat, 17 Juli 2026.

    Ia menilai pembangunan kawasan penyangga IKN tidak bisa hanya berorientasi pada pembangunan jalan atau jembatan. Ketika pusat pemerintahan mulai beroperasi penuh, kebutuhan logistik dipastikan meningkat sehingga seluruh daerah di sekitarnya harus dipersiapkan sebagai satu ekosistem.

    Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan. Hingga kini, Samarinda disebut baru mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan pangannya sendiri.

    “Kalau IKN berjalan dengan baik, kebutuhan makanan dan minuman pasti meningkat. Sementara Samarinda sekarang baru sekitar 35 persen mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Karena itu Kukar, PPU, dan Paser harus ikut menjadi bagian dari sistem penyangga,” katanya.

    Selain memperkuat rantai logistik, pembahasan juga mulai menyentuh rencana pembangunan transportasi massal yang menghubungkan kawasan penyangga IKN. Salah satu yang dikaji adalah jaringan kereta api antarkota.

    Proyek tersebut masih berada pada tahap kajian sehingga belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya. Namun, pemerintah daerah telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada tim JICA sebagai bagian dari rencana jangka panjang.

    “Kereta api masih dalam tahap pengkajian. Tahun 2027 nanti kebutuhan daerah akan dipetakan. Mereka melihat pengembangannya secara menyeluruh, bukan hanya satu wilayah,” jelasnya.

    Konsep yang sedang dibahas diarahkan menyerupai kawasan metropolitan terpadu seperti Jabodetabek, di mana konektivitas antardaerah menjadi penopang utama aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

    Posisi Samarinda yang berada di jalur penghubung menuju Balikpapan, Bontang, maupun wilayah lain di Kalimantan Timur dinilai menjadi alasan kuat agar pembangunan konektivitas dilakukan secara regional, bukan parsial.

    “Samarinda berada di tengah. Ke Balikpapan lewat Kukar, ke Bontang juga lewat Kukar. Karena itu seluruh daerah harus saling terhubung agar manfaat pembangunan IKN bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

    Komunikasi antara pemerintah daerah dan JICA masih terus berlangsung. Setelah pembahasan di Jakarta dan Samarinda, pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Balikpapan pada 21 Juli bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur untuk mematangkan arah pengembangan kawasan penyangga IKN.

    “Kami melihat mereka sangat serius. Komunikasi terus dilakukan dan kami berharap hasil kajian ini benar-benar melahirkan sistem konektivitas yang terintegrasi, baik untuk transportasi maupun logistik, sehingga manfaat IKN dapat dirasakan seluruh daerah di Kaltim,” pungkasnya.

     

    Kereta Api Marnabas Patiroy Pemkot Samarinda Sekda Samarinda Tri City
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026

    Peluang Hujan Samarinda Masih Kecil, OMC Terus Diupayakan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    AminahSeptember 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur produksi dan ekspor komoditas tambang mulai berdampak…

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Batasi Usia Atlet 30 Tahun, Larang Peraih Emas PON Tampil

    September 18, 2026

    Kaltim Kekurangan Jutaan Judul Buku untuk Capai Rasio Ideal Perpusnas

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,349 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.