Insitekaltim, Samarinda – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai memengaruhi kualitas udara di Kota Samarinda. Jika kondisi terus memburuk hingga membahayakan kesehatan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dapat dialihkan menjadi pembelajaran daring.
Langkah tersebut disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda sebagai bagian dari mitigasi untuk melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dari paparan asap.
Plt Kepala Disdikbud Kota Samarinda Ibnu Araby mengatakan, pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3.5/8592/100.01/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Kabut Asap Akibat Karhutla di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Samarinda pada 1 September 2026.
“Kami sudah membuat surat edaran soal asap karhutla, untuk sekolah-sekolah, baik SD maupun SMP agar dapat menjadi perhatian bersama,” kata Ibnu, Kamis, 3 September 2026.
Meski opsi pembelajaran daring telah disiapkan, Ibnu menegaskan kebijakan tersebut belum diberlakukan secara menyeluruh. Disdikbud masih memantau perkembangan kualitas udara, khususnya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), bersama pihak terkait.
Jika kualitas udara mencapai level yang dinilai sangat membahayakan kesehatan, sekolah dapat mengalihkan KBM tatap muka menjadi pembelajaran daring hingga batas waktu yang ditentukan kemudian.
Sementara kondisi udara masih dalam tahap pemantauan, sekolah diminta menerapkan sejumlah langkah perlindungan. Salah satunya memastikan seluruh warga sekolah menggunakan masker yang layak, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun saat perjalanan menuju dan dari sekolah.
Sekolah juga dilarang melakukan pembakaran sampah, daun kering, maupun material lain di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Larangan ini diberlakukan untuk mencegah bertambah buruknya kualitas udara.
Selain perlindungan dari paparan asap, satuan pendidikan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah. Pengelola kantin harus memastikan kompor, tabung gas, dan instalasi listrik dalam kondisi aman serta rutin diperiksa.
Seluruh sumber api juga wajib dipastikan benar-benar padam setelah kegiatan operasional selesai.
Disdikbud turut mengingatkan warga sekolah menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin mencuci tangan.
Warga sekolah yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain akibat paparan kabut asap diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kondisi udara Samarinda dalam beberapa hari terakhir memang berfluktuasi. Pemantauan ISPU dengan parameter PM2.5 sempat mencapai 73,6 mikrogram per meter kubik pada 1 September 2026 pukul 15.00 WITA dan masuk kategori tidak sehat.
Menurut catatan DPRD Kota Samarinda, angka tersebut bahkan sempat menembus 100 mikrogram per meter kubik dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu jauh di atas kondisi normal Samarinda yang biasanya berada di bawah 20 mikrogram per meter kubik.
Memburuknya kualitas udara juga terjadi di tengah meningkatnya titik panas atau hotspot di Kalimantan Timur. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, ratusan titik panas tersebar di 10 kabupaten/kota hingga akhir Agustus 2026, dengan Kabupaten Berau menjadi daerah penyumbang terbanyak.
Kebijakan Disdikbud Samarinda tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026. Pedoman tersebut menjadi acuan pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan secara aman dan adaptif di wilayah terdampak asap Karhutla.
Dengan kondisi kabut asap yang masih berubah-ubah, KBM di Samarinda untuk sementara tetap berjalan secara tatap muka dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan. Keputusan untuk beralih ke pembelajaran daring akan menyesuaikan perkembangan kualitas udara dan tingkat risikonya terhadap kesehatan.
Ibnu berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas pendidikan tidak terganggu agar proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

