Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Dari Usia 4 Tahun hingga Senior, 508 Atlet Ramaikan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda

    September 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Jembatan Kritis Ancam Keselamatan Warga, Gubernur Minta Penanganan Diprioritaskan
    Pemerintah

    Jembatan Kritis Ancam Keselamatan Warga, Gubernur Minta Penanganan Diprioritaskan

    R’syaBy R’syaJuli 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi sejumlah jembatan yang dinilai kritis di berbagai wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian serius Gubernur Rudy Mas’ud. Ia meminta penanganan jembatan rawan diprioritaskan demi menjamin keselamatan masyarakat, terutama akses yang digunakan pelajar menuju sekolah.

    Salah satu pemicunya adalah viralnya kondisi jembatan gantung darurat di Desa Santan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara yang setiap hari dilintasi warga, termasuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

    “Kemarin sempat viral jembatan darurat di Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara. Saya langsung hubungi Pak Bupati Kukar. Kita akan segera ke lokasi,” ujarnya saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 27 Juli 2026.

    Menurutnya, kondisi jembatan tersebut sangat berisiko karena hanya mengandalkan tali sebagai penyangga. Jika tali putus, pengguna jembatan berpotensi jatuh ke sungai yang diperkirakan masih menjadi habitat buaya.

    Karena itu, ia menegaskan langkah cepat perlu dilakukan agar masyarakat segera memiliki akses penyeberangan yang aman dan layak.

    Selain merespons kondisi di Desa Santan Ulu, Harum, sapaan akrabnya juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim segera mengidentifikasi seluruh jembatan yang berada dalam kondisi kritis di berbagai daerah. Pemetaan itu akan menjadi dasar penentuan prioritas pembangunan maupun perbaikan sesuai kemampuan anggaran pemerintah.

    “Tolong ini jadi perhatian. Dinas PU segera identifikasi lokasi mana saja yang memerlukan jembatan atau perbaikan. Sesuaikan dengan kemampuan anggaran kita,” tegasnya.

    Perhatian terhadap infrastruktur jembatan tersebut bukan tanpa alasan. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung di Kabupaten Kutai Barat pada awal Juli lalu, Harum mengaku menemukan sejumlah jembatan dengan kondisi memprihatinkan.

    Ia juga menyoroti jembatan di jalur Bongan, Kabupaten Kutai Barat, menuju Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang dinilai memerlukan penanganan. Untuk itu, Dinas PUPR Kaltim diminta berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintah kabupaten terkait agar penanganannya dapat dilakukan secara terpadu.

    Baginya, keberadaan jembatan yang aman merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Selain menjadi akses pendidikan bagi pelajar, infrastruktur tersebut juga berperan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan, aktivitas sosial, hingga perekonomian warga.

    Diperkirakan sekitar 20 kepala keluarga bermukim di kawasan sekitar jembatan darurat Desa Santan Ulu dan menjadikan akses tersebut sebagai jalur utama untuk beraktivitas sehari-hari. Pemerintah Provinsi Kaltim pun memastikan penanganan jembatan kritis akan menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur demi menjamin keselamatan masyarakat.

    Desa Santan Ulu Gubernur Kaltim infrastruktur Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026

    Peluang Hujan Samarinda Masih Kecil, OMC Terus Diupayakan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    September 17, 2026

    Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemprov Kaltim Anjurkan Sekolah Daring

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    AminahSeptember 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur Kecamatan Bengalon Kutai Timur (Kutim)…

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Dari Usia 4 Tahun hingga Senior, 508 Atlet Ramaikan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda

    September 19, 2026

    Siswa SMA Keluhkan PJJ: Terkendala Jaringan hingga Sulit Fokus

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,350 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.