Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Jelang Nataru, Harga Cabai di Pasar Segiri Samarinda Turun Tipis
    Samarinda

    Jelang Nataru, Harga Cabai di Pasar Segiri Samarinda Turun Tipis

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaDesember 17, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Cabai yang dijual Lia di Pasar Segiri Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga cabai di Pasar Segiri Kota Samarinda mulai mengalami penurunan tipis menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Meski demikian, penurunan harga tersebut dinilai belum signifikan dan masih bergantung pada jenis serta kualitas cabai yang dijual.

    Salah seorang pedagang cabai di Pasar Segiri Lia (40) mengatakan, harga cabai saat ini hanya turun sekitar Rp3.000 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.

    “Ini agak turun sedikit, tapi tidak banyak. Paling turunnya sekitar Rp3.000 saja,” ujar Lia saat ditemui di lapaknya, Rabu, 17 Desember 2025.

    Menurut Lia, harga cabai eceran saat ini berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh jenis cabai dan kualitas barang yang tersedia di pasaran.

    Ia menjelaskan, selisih harga antara penjualan grosir dan eceran cukup jauh karena adanya perhitungan biaya tambahan, seperti ongkos angkut, proses penyortiran, hingga potensi susut barang.

    “Pengiriman cabai biasanya dari Sulawesi, ada juga yang dari Palu. Setiap daerah tentu berbeda kondisi dan kualitasnya,” jelasnya.

    Lia menilai fluktuasi harga cabai di pasaran dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi cuaca, kualitas hasil panen, serta ketersediaan stok dari daerah penghasil.

    Kenaikan harga cabai, lanjutnya, turut berdampak pada daya beli masyarakat. Saat harga tinggi, pembeli cenderung mengurangi jumlah pembelian. Meski demikian, ia mengaku penjualan justru terasa lebih lancar karena pembeli tidak terlalu banyak menawar.

    Menjelang perayaan Nataru, Lia berharap harga cabai dan bahan pangan lainnya dapat tetap stabil sehingga aktivitas jual beli di Pasar Segiri tetap berjalan lancar dan jumlah pembeli tetap ramai.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.