Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    Juli 9, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    Juli 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Jelang Nataru, Harga Bawang Merah di Pasar Segiri Melonjak hingga Rp65 Ribu per Kilogram
    Samarinda

    Jelang Nataru, Harga Bawang Merah di Pasar Segiri Melonjak hingga Rp65 Ribu per Kilogram

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaDesember 17, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pedagang bawang merah di Pasar Segiri Samarinda Riani
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga bawang merah di Pasar Segiri Kota Samarinda mengalami kenaikan cukup signifikan dan menembus angka Rp65 ribu per kilogram.

    Salah seorang pedagang bawang di Pasar Segiri Riani (52) mengatakan, kenaikan harga bawang merah telah terjadi sejak hampir satu bulan terakhir. Menurutnya, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram kini melonjak hampir dua kali lipat.

    “Kurang lebih sudah hampir sebulan ini naik. Dari harga Rp35 ribu sekarang jadi Rp65 ribu sekilo,” ujar Riani saat ditemui di Pasar Segiri Rabu, 17 Desember 2025.

    Riani yang berjualan bersama suaminya, Muhammad (53) menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan bawang merah dari daerah produsen. Ia menyebutkan, sebagian besar bawang merah yang dijual di Pasar Segiri didatangkan dari Sulawesi.

    “Kalau bawang merah ini semuanya dari Sulawesi. Produksinya sepertinya sedang kurang itu yang membuat harga naik,” jelasnya.

    Sementara itu, harga bawang putih dinilai masih relatif stabil. Meski terjadi sedikit kenaikan, Riani menyebut harga eceran bawang putih tidak mengalami perubahan signifikan.

    “Kalau bawang putih masih normal saja. Naik sedikit tapi ecerannya tidak berubah,” katanya.

    Muhammad menambahkan, kenaikan harga bawang merah menjelang Nataru biasanya tidak sebesar saat bulan Ramadan. Menurutnya, lonjakan harga tertinggi justru terjadi saat puasa karena permintaan meningkat dan stok terbatas.

    “Kalau Natal biasanya tidak terlalu berpengaruh paling seminggu saja naiknya, yang paling tinggi itu kalau puasa bawang merah bisa sampai Rp120 ribu per kilo,” ungkapnya.

    Kenaikan harga ini turut berdampak pada daya beli masyarakat. Riani mengaku jumlah pembeli cenderung menurun, dengan sebagian konsumen memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit.

    “Pembeli berkurang. Biasanya beli satu kilo, sekarang paling seperempat saja,” ujarnya.

    Ia juga menyebut, tidak sedikit pembeli yang akhirnya beralih menggunakan bawang putih sebagai alternatif karena harga bawang merah yang semakin mahal.

    “Banyak yang cuma tanya-tanya saja. Ada juga yang akhirnya tidak pakai bawang merah, pakai bawang putih,” tambahnya.

    Ke depan, Riani berharap harga bahan pangan dapat kembali stabil, terutama menjelang Natal, Tahun Baru, hingga Idulfitri. Namun, menurutnya, fluktuasi harga sangat bergantung pada ketersediaan pasokan di tingkat produsen.

    “Kalau barangnya banyak ya murah, kalau kurang pasti mahal. Yang paling terdampak tentu masyarakat,” tuturnya.

    Diketahui, Riani dan Muhammad telah lama menggantungkan hidup dari berdagang di Pasar Segiri. Muhammad mulai berjualan sejak 1986, sementara Riani menyusul berdagang di pasar tersebut sejak 1994.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    PT PSB Persilakan Sengketa Ketenagakerjaan hingga Dugaan Pelanggaran Diuji di Pengadilan

    Juni 30, 2026

    Blasting PT PSB Disorot, Warga Keluhkan Debu Ganggu Kesehatan Anak hingga Air Hujan

    Juni 29, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026

    Kearifan Dayak Kenyah Jadi Pelajaran Menjaga Alam dan Identitas Samarinda

    Juni 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    Nur AjijahJuli 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso menyebut, indeks risiko…

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    MotoGP Jerman 2026 Bergulir, Selisih 25 Poin Warnai Perebutan Puncak Klasemen

    Juli 9, 2026
    1 2 3 … 3,202 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.