Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemerdekaan Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Gerakan Pemuda Bontang

    Agustus 16, 2026

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah
    DPRD Samarinda

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    SittiBy SittiJuli 1, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Langkah pemerintah pusat yang gencar menggalakkan tiga pilar strategi pendidikan komprehensif yakni Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mendapat kritik dari parlemen daerah.

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Anhar menilai, introduksi berbagai nomenklatur baru dalam sistem pendidikan justru berbanding terbalik dengan realitas di lapangan, di mana masyarakat kian dipersulit untuk mengakses hak pendidikan dasar akibat kerumitan sistem penyeleksian.

    “Saya jujur, saya tidak mengerti istilah Sekolah Rakyat, karena pada dasarnya semua siswa yang ada sekarang ini adalah sekolah rakyat,” kritik Anhar saat dimintai tanggapan di DPRD Samarinda, Rabu, 1 Juli 2026.

    Beberadaan bangunan sekolah dasar yang konvensional saat ini sudah merepresentasikan wadah pendidikan bagi masyarakat luas, sehingga ia melihat pemerintah lebih terjebak pada narasi istilah semata.

    Legislator PDIP itu membandingkan efektivitas sistem pendidikan masa lalu dengan era digitalisasi saat ini, berbagai kluster pendaftaran yang diterapkan sekarang, seperti sistem zonasi, justru memicu gelombang protes dari para wali murid karena dianggap memutus kesempatan anak untuk bersekolah di dekat rumah mereka.

    “Sekarang orang mau sekolah saja susah. Dulu, orang mau sekolah ya tinggal sekolah saja; sistemnya jelas dan menampung semua anak,” ujarnya.

    Karut-marut ini terjadi karena para pengambil kebijakan di tingkat atas dinilai tidak memahami esensi kebutuhan riil di akar rumput. Berbagai istilah baru seperti Sekolah Garuda hingga istilah pelengkap lainnya dinilai hanya sekadar kosmetik agar terkesan modern tanpa diikuti perbaikan sistem dasar.

    “Banyak keluhan dari masyarakat yang merasa bukannya dipermudah, tetapi malah dipersulit,” tegas Anhar.

    Fakta di lapangan di mana ada calon siswa yang rumahnya persis di samping sekolah justru ditolak sistem, lalu terlempar ke sekolah lain yang jaraknya jauh. Baginya, kompleksitas formula sistem digital yang digulirkan pengambil kebijakan justru menjadi bumerang yang membingungkan instansi itu sendiri.

    Selain menyoroti akses masuk sekolah, Komisi IV DPRD Samarinda juga menguliti pilar Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Anhar menegaskan, konsep integrasi yang sesungguhnya harus diwujudkan dalam bentuk penyelarasan linear antara kurikulum pendidikan dengan ketersediaan lapangan kerja, bukan sekadar pelabelan status sekolah.

    Ia menyoroti rapor buram lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi yang dinilai menyumbang angka pengangguran akibat kurikulum yang terlalu normatif dan gagap menghadapi tuntutan zaman yang dinamis.

    “Konsep terintegrasi itu seharusnya menyentuh substansi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan kondisi riil di lapangan,” cecarnya.

    Anhar menyayangkan kurikulum yang diterapkan saat ini masih bersifat normatif, konvensional, dan tidak memiliki daya saing global. Ia mencontohkan realitas di Universitas Mulawarman (Unmul) yang meluluskan ribuan mahasiswa setiap tahun, namun daerah maupun negara belum siap mengondisikan ke mana para sarjana tersebut akan terserap di dunia kerja.

    Oleh sebab itu, dewan mendesak pemerintah untuk melakukan kajian mendalam dengan membangun koordinasi lintas sektor yang melibatkan dunia usaha, pemerintah daerah, dan legislatif. Penyelarasan ini krusial agar output lembaga pendidikan tidak sekadar mencetak pengangguran baru.

    “Negara ini hanya sampai pada tahap membangun gedung yang bagus dan meningkatkan kualitas gurunya, tetapi setelah lulus, siswa dibiarkan berjuang sendiri mencari hidup,” pungkas Anhar.

     

    Anhar DPRD Samarinda Pendidikan Sekolah Garuda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Iswandi: Efisiensi Anggaran DPRD Samarinda Berlanjut, Kinerja Tetap Jadi Prioritas

    Agustus 14, 2026

    SDN 005 Loa Buah Kekurangan Enam Ruang Kelas, 370 Siswa Terpaksa Belajar Dua Sif

    Agustus 13, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    SMPN 28 Samarinda Ajukan Dua RKB, Lab Terpaksa Dipakai untuk Belajar

    Agustus 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemerdekaan Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Gerakan Pemuda Bontang

    R’syaAgustus 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tantangan perjuangan bagi generasi muda dinilai…

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026
    1 2 3 … 3,279 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.