Insitekaltim, Samarinda – Meski harga kini harga cabai rawit di Pasar Merdeka, Samarinda, turun drastis hingga menyentuh Rp30 ribu per kilogram. Ini jauh lebih murah dibandingkan saat Iduladha.
Namun kondisi tersebut, belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat.
Pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli, dalam beberapa pekan terakhir.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Merdeka, Suwanti (52 th), mengatakan, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
Angka tersebut turun tajam dibandingkan saat momentum Iduladha lalu yang sempat mencapai Rp80 ribu per kilogram.
“Waktu Lebaran Haji sempat Rp80 ribu per kilo. Sekarang paling murah sudah Rp30 ribu,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sebelum menyentuh harga tersebut, cabai rawit sempat dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Menurutnya, harga saat ini merupakan yang terendah dalam beberapa waktu terakhir. Namun, masih memberikan keuntungan bagi pedagang.
“Ini paling rendah Rp30 ribu. Sebelumnya sempat Rp40 ribu, Rp45 ribu sampai Rp50 ribu. Sekarang ya masih tidak rugi juga,” katanya.
Meski harga lebih terjangkau, Suwanti mengaku jumlah pembeli justru menurun. Aktivitas transaksi di pasar tidak seramai ketika harga cabai sedang tinggi.
“Kalau lombok mahal itu banyak yang cari, tapi kalau murah malah tidak,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat pedagang lebih berhati-hati dalam mengatur stok dagangan.
Suwanti memilih mengambil pasokan dalam jumlah terbatas, agar modal tetap berputar dan tidak menanggung kerugian akibat barang yang tidak terjual.
Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti daerah asal cabai yang dijual karena memperoleh pasokan dari pedagang lain di pasar. Meski demikian, ketersediaan barang hingga kini masih mencukupi kebutuhan.
Suwanti berharap, daya beli masyarakat segera pulih agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali ramai. Menurutnya, harga yang stabil dan terjangkau seharusnya menjadi momentum meningkatnya transaksi, bukan justru sebaliknya.
“Kalau lombok mahal itu banyak yang nyari, tapi kalau murah malah sepi pembelinya,” pungkasnya.

