Insitekaltim, Samarinda – Setelah tarif retribusinya diberlakukan sejak 1 April 2026,
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Kini membuka layanan PET CT Scan bagi masyarakat.
Layanan ini, menjadi yang pertama di luar Pulau Jawa dan Bali. Sekaligus memperkuat, pelayanan kedokteran nuklir di Kalimantan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AWS, dr. Mazniati mengatakan, PET CT Scan merupakan salah satu layanan unggulan, yang mampu membantu mendeteksi berbagai penyakit secara lebih akurat, terutama kanker.
“Pelayanan PET CT Scan ini menjadi salah satu unggulan kami dan merupakan yang pertama di luar Pulau Jawa dan Bali,” ujarnya, di RSUD AWS, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Mazniati, keberadaan alat tersebut diharapkan, memudahkan masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit di Pulau Jawa untuk menjalani pemeriksaan serupa.
“Semoga alat ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan layanan tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, sekitar 70 hingga 80 persen penggunaan PET CT Scan. Diperuntukkan bagi pasien, dengan dugaan atau penanganan penyakit kanker.
Sementara sisanya, dimanfaatkan untuk pemeriksaan penyakit jantung maupun gangguan saraf.
“Sebagian besar digunakan untuk kasus keganasan atau kanker, sedangkan sisanya untuk pemeriksaan jantung dan saraf,” jelasnya.
Mazniati mengungkapkan, alat PET CT Scan sebenarnya telah tersedia di RSUD AWS sejak beberapa waktu lalu.
Namun, layanan berbayar baru dapat dibuka setelah seluruh proses perizinan dan penetapan tarif retribusi oleh pemerintah daerah selesai.
“Perizinannya sudah keluar tahun lalu, tetapi tarif retribusinya baru berlaku sejak 1 April sehingga sekarang layanan bisa dibuka untuk masyarakat,” ungkapnya.
Sebelum tarif resmi diberlakukan, penggunaan alat tersebut hanya dilakukan dalam tahap uji coba tanpa dikenakan biaya kepada pasien.
“Sebelumnya masih sebatas trial karena menunggu aturan tarif resmi,” katanya.
Mazniati memastikan seluruh tenaga kesehatan yang menangani layanan PET CT Scan telah dipersiapkan dan memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan kedokteran nuklir.
“Tenaganya sudah siap, sehingga layanan ini sudah bisa dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya

