Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Guru PJOK Bentuk Tim Kreatif dan Mandiri Susun LKS
    Diskominfo Bontang

    Guru PJOK Bentuk Tim Kreatif dan Mandiri Susun LKS

    AdminBy AdminOktober 7, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Tri Ayuningsih guru PJOK Bontang memberikan keterangan presnya pada awak media di Aula Autis Center.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Mohammad-Editor: Redaksi

    Insitekaltim,Bontang– Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Tri Ayuningsih melakukan inovasi dalam Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurutnya, guru PJOK Bontang memiliki komunitas mandiri yang kompak dan kreatif.

    Dalam acara proses pembuatan LKS untuk SD yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Komunitas Guru PJOK Bontang meminta untuk menyusunnya sendiri secara terpisah.

    “Kami berharap kepada Disdikbud Bontang untuk mengabulkan permintaan kami. Guru PJOK Bontang sepakat untuk membuat LKS sendiri secara terpisah,” ungkap Ayu kepada insitekaltim.com di Aula Autis Center Bontang, Rabu(7/10/2020).

    Menurut guru yang biasa dipanggil Ayu ini, materi PJOK berbeda dengan dengan mata pelajaran yang lain. Dimana dalam PJOK ini terdapat materi dan keterampilan motorik (praktik).

    “Yang kami temukan di lapangan untuk kelas 1 dan 2 negeri masih dipegang guru kelas, bukan guru PJOK. Kami khawatir materi yang disampaikan tidak sesuai dengan materi PJOK,” papar Guru PJOK SDN 008 Bontang Utara ini.

    Selama ini Komunitas Guru PJOK Bontang yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6 sudah membuat video yang mempermudah siswa dalam PJJ.

    “Kami sudah membuat video pembelajaran di youtube channel. Kami berharap anak didik bisa mengambil atau mengunduh hanya di channel youtube kami,” kata Ayu.

    Menurut Ayu, dalam PJJ banyak siswa dan orang tua mengalami kesulitan dalam praktik materi PJOK. Di antaranya seperti, praktik renang yang membutuhkan tempat renang atau kolam renang. Apalagi kondisi pandemi seperti ini belum tentu pemilik kolam renang mengizinkan.

    “Banyak kendala yang dialami siswa seperti kurangnya sarana dan prasarana. Contoh siswa yang tidak memiliki bola kasti. Kami menyuruh siswa tersebut untuk membuat dari kertas yang digulung berbentuk bola kasti. Sedangkan alat pemukulnya bisa dari ranting kayu,” kata Ayu.

    Ayu juga rajin mengunjungi para siswanya, menanyakan kendala yang di hadapi siswa selama proses PJJ. Dia tidak memberatkan kepada siswanya untuk melakukan penugasan PJOK.

    “Kami secara intensif mengunjungi siswa ke rumah masing-masing, berdiskusi dengan orang tua agar mengetahui kendala apa yang dihadapi siswa,” tambah Ayu.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Saparudin mengatakan akan memberikan ruang kepada guru PJOK untuk menyusun LKS sendiri.

    “Kami memberikan ruang kepada guru PJOK menyusun LKS sendiri, bagi kami tidak menjadi masalah dalam pembuatannya,” kata Saparudin.

    Kadisdikbud Bontang Saparudin-Disdik Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.