Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gubernur Kaltim Tegaskan Tak Ada Dana Mengendap, Anggaran Daerah Selalu Berputar
    Diskominfo Kaltim

    Gubernur Kaltim Tegaskan Tak Ada Dana Mengendap, Anggaran Daerah Selalu Berputar

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaNovember 13, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan tidak benar jika disebut ada dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan.

    Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Business Forum di TvOne, bertema “Ratusan Triliun Mengendap, Anggaran Pemda Tak Terserap?” pada Rabu, 12 November 2025 malam.

    Dialog yang dipandu Celia Alexandra itu juga menghadirkan Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri A Fatoni, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan Ekonom LPEM UI Teuku Rifky.

    Menurut Rudy Mas’ud, dana daerah selalu berputar melalui aktivitas pendapatan dan belanja. Ia mencontohkan, posisi keuangan Pemprov Kaltim per 12 November 2025 sebesar Rp2,9 triliun yang menunggu penyaluran program prioritas sesuai APBD.

    “Pembayaran dilakukan setelah proses verifikasi kegiatan yang sudah direncanakan. Jadi, tidak ada dana mengendap. Kita hanya menjaga likuiditas kas daerah agar tetap terjamin,” tegasnya.

    Ia menjelaskan, 40 persen APBD wajib dialokasikan untuk infrastruktur sesuai pedoman Kemendagri. Pembayaran umumnya dilakukan di akhir tahun karena mengikuti tahapan pekerjaan dan hukum kontrak.

    Rudy juga menepis anggapan bahwa deposito daerah identik dengan dana mengendap. Berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, pemerintah daerah diperbolehkan menempatkan dana dalam deposito jangka pendek untuk menambah pendapatan daerah, bukan untuk kepentingan pribadi kepala daerah.

    “Semua penggunaan dana diaudit,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Rudy menyoroti dampak besar jika terjadi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

    Menurutnya, hal itu dapat menghambat pembangunan, menurunkan pelayanan publik, dan menekan pertumbuhan ekonomi.

    “PAD pasti ikut turun karena TKD menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.

    Ia menekankan pentingnya pemberian kewenangan lebih luas bagi daerah untuk mengelola potensi lokal.

    “Kaki daerah itu PAD dan TKD. Keduanya harus kokoh, dan daerah perlu ruang untuk meningkatkan penerimaan,” tambahnya.

    Sementara itu, Dirjen Keuangan Daerah A Fatoni menjelaskan tidak semua sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) bersifat negatif.

    “Silpa dibutuhkan untuk membayar gaji dan operasional awal tahun. Bahkan, bisa terjadi karena efisiensi belanja,” jelasnya.

    Fatoni juga menegaskan bahwa penyimpanan dana dalam bentuk deposito diperbolehkan dengan pengawasan ketat.

    Sedangkan Ahmad Doli Kurnia mengingatkan agar rencana pemotongan TKD dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.

    “Pusat tidak bisa main potong tanpa berdialog. Jika ada penyimpangan, ungkapkan terbuka, tapi jangan digeneralisir,” tegasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026

    Jelang Idulfitri, Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    Andika SaputraApril 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aparat gabungan dari TNI dan Polri menyiapkan pengamanan skala besar menjelang rencana…

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,064 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.