Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sambut Demam Piala Dunia, Pemprov Kaltim Siapkan Nobar Raksasa hingga Mobil Videotron Keliling

    Juni 22, 2026

    Situs SPMB Tumbang di Hari Pertama, Disdikbud Kaltim Siapkan Layanan Darurat Cegah Lonjakan Komplain

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gubernur Kaltim Tegaskan Tak Ada Dana Mengendap, Anggaran Daerah Selalu Berputar
    Diskominfo Kaltim

    Gubernur Kaltim Tegaskan Tak Ada Dana Mengendap, Anggaran Daerah Selalu Berputar

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaNovember 13, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan tidak benar jika disebut ada dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan.

    Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Business Forum di TvOne, bertema “Ratusan Triliun Mengendap, Anggaran Pemda Tak Terserap?” pada Rabu, 12 November 2025 malam.

    Dialog yang dipandu Celia Alexandra itu juga menghadirkan Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri A Fatoni, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan Ekonom LPEM UI Teuku Rifky.

    Menurut Rudy Mas’ud, dana daerah selalu berputar melalui aktivitas pendapatan dan belanja. Ia mencontohkan, posisi keuangan Pemprov Kaltim per 12 November 2025 sebesar Rp2,9 triliun yang menunggu penyaluran program prioritas sesuai APBD.

    “Pembayaran dilakukan setelah proses verifikasi kegiatan yang sudah direncanakan. Jadi, tidak ada dana mengendap. Kita hanya menjaga likuiditas kas daerah agar tetap terjamin,” tegasnya.

    Ia menjelaskan, 40 persen APBD wajib dialokasikan untuk infrastruktur sesuai pedoman Kemendagri. Pembayaran umumnya dilakukan di akhir tahun karena mengikuti tahapan pekerjaan dan hukum kontrak.

    Rudy juga menepis anggapan bahwa deposito daerah identik dengan dana mengendap. Berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, pemerintah daerah diperbolehkan menempatkan dana dalam deposito jangka pendek untuk menambah pendapatan daerah, bukan untuk kepentingan pribadi kepala daerah.

    “Semua penggunaan dana diaudit,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Rudy menyoroti dampak besar jika terjadi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

    Menurutnya, hal itu dapat menghambat pembangunan, menurunkan pelayanan publik, dan menekan pertumbuhan ekonomi.

    “PAD pasti ikut turun karena TKD menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.

    Ia menekankan pentingnya pemberian kewenangan lebih luas bagi daerah untuk mengelola potensi lokal.

    “Kaki daerah itu PAD dan TKD. Keduanya harus kokoh, dan daerah perlu ruang untuk meningkatkan penerimaan,” tambahnya.

    Sementara itu, Dirjen Keuangan Daerah A Fatoni menjelaskan tidak semua sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) bersifat negatif.

    “Silpa dibutuhkan untuk membayar gaji dan operasional awal tahun. Bahkan, bisa terjadi karena efisiensi belanja,” jelasnya.

    Fatoni juga menegaskan bahwa penyimpanan dana dalam bentuk deposito diperbolehkan dengan pengawasan ketat.

    Sedangkan Ahmad Doli Kurnia mengingatkan agar rencana pemotongan TKD dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.

    “Pusat tidak bisa main potong tanpa berdialog. Jika ada penyimpangan, ungkapkan terbuka, tapi jangan digeneralisir,” tegasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sambut Demam Piala Dunia, Pemprov Kaltim Siapkan Nobar Raksasa hingga Mobil Videotron Keliling

    SittiJuni 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bakal memfasilitasi antusiasme masyarakat pecinta sepak…

    Situs SPMB Tumbang di Hari Pertama, Disdikbud Kaltim Siapkan Layanan Darurat Cegah Lonjakan Komplain

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026

    Tiga Tahun Terakhir, Qari dan Qariah Kaltim Ukir 90 Prestasi di Kancah Nasional hingga Internasional

    Juni 22, 2026

    Renovasi SMPN 24 Samarinda Terkendala Anggaran dan Masalah Lahan

    Juni 22, 2026
    1 2 3 … 3,161 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.