Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gerai Yansus, Program KB Untuk Masyarakat 3T dan Perbatasan
    Diskominfo Kaltim

    Gerai Yansus, Program KB Untuk Masyarakat 3T dan Perbatasan

    LarasBy LarasMaret 8, 2024Updated:Maret 8, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Program Gerakan Peningkatan Pelayanan Keluarga Berencana di Wilayah Khusus (Gerai Yansus) menyasar masyarakat yang ada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan.

    Teks: Ilustrasi pemberian KB Implant oleh BKKBN Kaltim

    Program yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini difokuskan untuk memberikan pelayanan KB pascapersalinan guna mencegah stunting.

    Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto menjelaskan keterkaitan keduanya, antara penggunaan kontrasepsi pascapersalinan dan pencegahan stunting.

    “Kami meyakini ketika ibu begitu melahirkan kemudian langsung menggunakan alat kontrasepsi itu akan memberikan kesempatan kepada ibu untuk bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan penuh,” jelasnya, Kamis (7/3/2024).

    Artinya, di awal tumbuh kembang bayi di usia enam bulan itu, sang ibu fokus memberikan ASI eksklusif. Juga fokus memberikan perawatan serta kasih sayang yang dibutuhkan di masa rentan tersebut.

    Diketahui, bahwa banyak sekali keunggulan pemberian ASI eksklusif bagi bayi dan ibu. Salah satunya dapat meningkatkan kekebalan imunitas bayi secara alami, menguatkan fungsi otak anak dan meningkatkan hubungan antara ibu dan anak.

    Bagi ibu yang fokus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, diyakini dapat mencegah terjadinya berbagai masalah kesehatan dan salah satunya stunting.

    Selain itu, Sunarto menyampaikan, KB pascapersalinan juga dapat membantu orang tua untuk menjaga jarak kelahiran anak, sehingga setiap anak mendapatkan haknya atas kasih sayang yang hangat di masa pertumbuhannya.

    Idealnya, jarak kelahiran antara anak satu dan berikutnya adalah dua tahun. Selama dua tahun masa kehidupan anak, Sunarto menyebutkan anak memerlukan perhatian orang tuanya.

    “Menjamin interval jarak kelahiran anak, sama dengan memberi kesempatan ibu dan ayahnya memberi pengasuhan yang baik kepada putra-putrinya,” ungkapnya.

    Kemudian, ibu yang segera menggunakan kontrasepsi pascapersalinan juga memberi kesempatan bagi organ reproduksinya kembali pulih seutuhnya sebelum siap memiliki buah hati berikutnya.

    Sama halnya dengan menjaga jarak kelahiran selama dua tahun, organ reproduksi wanita setelah melahirkan membutuhkan pemulihan sempurna hingga dua tahun.

    Maka itu, Sunarto menyarankan, sebaiknya calon pengantin bisa merencanakan penggunaan kontrasepsi sebelum memutuskan berkeluarga sejak dini. Pihak puskesmas akan memberikan konseling terkait hal ini.

    “Ini menjadi salah satu bentuk pemerataan akses fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat perbatasan agar betul-betul mendapatkan pelayanan yang tepat terkait haknya,” harap Sunarto atas jalannya program Gerai Yansus.

    Melalui program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kaltim dengan pencegahan sejak dini kepada keluarga dan anak berisiko atau penderita stunting di wilayah 3T dan perbatasan.

    BKKBN Kaltim Gerai Yansus KB Sunarto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Mall Lembuswana Samarinda dapat menjadi salah satu…

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.