Insitekaltim, Samarinda – Bermain futsal tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk melepas penat sekaligus mempererat pertemanan. Hal itu dirasakan Zidan, mahasiswa Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda yang hingga kini masih rutin bermain futsal meski disibukkan dengan aktivitas perkuliahan.
Pria berusia 21 tahun itu mengaku mulai mengenal futsal sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Ketertarikannya muncul karena hobi bermain bola dan semakin berkembang setelah sering mengikuti pertandingan antarsekolah.
“Awalnya memang hobi. Dari SD sering ada pertandingan futsal, jadi makin suka. Dulu belum ada ekstrakurikuler sepak bola, yang ada futsal jadi saya ikut futsal,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 26 Juni 2026.
Meski tidak sering meraih gelar juara, Zidan mengatakan pengalaman mengikuti berbagai turnamen menjadi motivasi untuk terus bermain hingga sekarang.
Ia pun mengaku kesibukan kuliah membuat intensitas bermain futsal berkurang. Namun, ia tetap meluangkan waktu bermain bersama teman-temannya dengan menyewa lapangan secara patungan.
“Kalau malam sewa lapangan sekitar Rp150 ribu sampai Rp175 ribu per jam, kalau siang sekitar Rp125 ribu sampai Rp150 ribu. Biayanya dibagi sama teman-teman yang ikut,” ungkapnya.
Menurut Zidan, futsal memiliki daya tarik tersendiri dibanding cabang olahraga lain. Selain mengandalkan permainan kaki, olahraga ini menuntut kerja sama tim dan komunikasi yang baik untuk membangun kekompakan di lapangan.
“Beda sama basket yang pakai tangan dan butuh teknik khusus buat masukin bola ke ring. Kalau futsal lebih mengandalkan kerja sama tim dan chemistry antarpemain,” jelasnya.
Lebih dari sekadar olahraga, Zidan menilai futsal menjadi cara efektif untuk menghilangkan stres akibat rutinitas sehari-hari. Setelah bermain, ia dan teman-temannya biasanya menghabiskan waktu bersama sambil berbincang santai.
“Kalau bosan di rumah terus ada teman ngajak futsal, ya ketemu teman, cerita-cerita, habis main ketawa bareng. Buat saya itu bisa ngilangin stres. Badan juga jadi lebih enak karena keluar keringat,” tuturnya.
Ia pun mengajak generasi muda untuk lebih aktif berolahraga sebab selain menyehatkan tubuh, olahraga juga dapat menjadi wadah menemukan potensi dan bakat yang bisa dikembangkan menjadi prestasi.
“Kita enggak pernah tahu bakat anak muda itu ada di mana. Makanya lebih baik coba olahraga, siapa tahu ada rezeki dan prestasi yang bisa diraih dari situ,” tutupnya.

