Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tanpa APBD, DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

    Agustus 25, 2026

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi
    Pemerintah

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    IraBy IraAgustus 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gedung Kantor Gubernur Kaltim (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengatakan, penurunan kapasitas fiskal membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi semakin terbatas dalam menyusun belanja.

    Ini berkaitan dengan, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, memaksa pemerintah daerah di Kaltim melakukan penyesuaian anggaran.

    Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pelaksanaan berbagai program prioritas, karena belanja pegawai tetap harus dipenuhi.

    “Belanja pegawai tidak bisa dikurangi. Otomatis yang terdampak adalah belanja prioritas. Ada yang volumenya dikurangi, ada juga yang harus ditunda,” ujarnya.

    Contohnya, Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengalami penurunan kapasitas anggaran secara signifikan. Jika sebelumnya memiliki anggaran sekitar Rp17 triliun, kini hanya berkisar Rp6 triliun sehingga pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian belanja.

    Menurut Sri, kondisi tersebut tidak mudah karena di saat bersamaan pemerintah daerah juga dituntut merealisasikan program-program yang telah dijanjikan kepala daerah kepada masyarakat. Melalui visi dan misi yang tertuang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

    “Kan tidak mudah di tengah kebutuhan memenuhi visi misi kepala daerah yang merupakan janji politik. Jadi tentu harus ada koreksi terhadap belanja,” katanya.

    Terkait kemungkinan penyesuaian program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Sri menegaskan masing-masing memiliki kewenangan, yang berbeda sehingga tidak bisa saling menggantikan.

    “Visi misi disesuaikan dengan RPJMD masing-masing, kemudian sesuai kewenangan. Jadi berbeda,” jelasnya.

    Ia juga mengonfirmasi, Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kaltim kepada pemerintah kabupaten/kota. Direncanakan kembali tidak dialokasikan tahun 2027 ini, akibat keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

    “Rencananya seperti itu (tidak ada Bankeu),” ujarnya.

    Meski demikian, Sri menegaskan pemerintah provinsi tetap menyalurkan manfaat pembangunan ke seluruh kabupaten dan kota melalui program yang menjadi kewenangan provinsi.

    Menurutnya, sejumlah program strategis seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan. Hingga program pendidikan Gratispol, tetap dinikmati masyarakat di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur meski tidak melalui skema bantuan keuangan langsung.

    “Belanja langsung pemerintah provinsi juga dirasakan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota, seperti infrastruktur kewenangan provinsi, layanan kesehatan, hingga Gratispol,” pungkasnya.

     

    Fiskal Pemprov Kaltim Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026

    Andi Harun Ungkap Antrean BBM Subsidi Diduga Diperjualbelikan Rp100-150 Ribu

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tanpa APBD, DPRD Samarinda Tetap Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Gotong Royong

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan…

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,296 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.