Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi
    Pemerintah

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    IraBy IraAgustus 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gedung Kantor Gubernur Kaltim (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengatakan, penurunan kapasitas fiskal membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi semakin terbatas dalam menyusun belanja.

    Ini berkaitan dengan, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, memaksa pemerintah daerah di Kaltim melakukan penyesuaian anggaran.

    Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pelaksanaan berbagai program prioritas, karena belanja pegawai tetap harus dipenuhi.

    “Belanja pegawai tidak bisa dikurangi. Otomatis yang terdampak adalah belanja prioritas. Ada yang volumenya dikurangi, ada juga yang harus ditunda,” ujarnya.

    Contohnya, Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengalami penurunan kapasitas anggaran secara signifikan. Jika sebelumnya memiliki anggaran sekitar Rp17 triliun, kini hanya berkisar Rp6 triliun sehingga pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian belanja.

    Menurut Sri, kondisi tersebut tidak mudah karena di saat bersamaan pemerintah daerah juga dituntut merealisasikan program-program yang telah dijanjikan kepala daerah kepada masyarakat. Melalui visi dan misi yang tertuang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

    “Kan tidak mudah di tengah kebutuhan memenuhi visi misi kepala daerah yang merupakan janji politik. Jadi tentu harus ada koreksi terhadap belanja,” katanya.

    Terkait kemungkinan penyesuaian program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Sri menegaskan masing-masing memiliki kewenangan, yang berbeda sehingga tidak bisa saling menggantikan.

    “Visi misi disesuaikan dengan RPJMD masing-masing, kemudian sesuai kewenangan. Jadi berbeda,” jelasnya.

    Ia juga mengonfirmasi, Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kaltim kepada pemerintah kabupaten/kota. Direncanakan kembali tidak dialokasikan tahun 2027 ini, akibat keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

    “Rencananya seperti itu (tidak ada Bankeu),” ujarnya.

    Meski demikian, Sri menegaskan pemerintah provinsi tetap menyalurkan manfaat pembangunan ke seluruh kabupaten dan kota melalui program yang menjadi kewenangan provinsi.

    Menurutnya, sejumlah program strategis seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan. Hingga program pendidikan Gratispol, tetap dinikmati masyarakat di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur meski tidak melalui skema bantuan keuangan langsung.

    “Belanja langsung pemerintah provinsi juga dirasakan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota, seperti infrastruktur kewenangan provinsi, layanan kesehatan, hingga Gratispol,” pungkasnya.

     

    Fiskal Pemprov Kaltim Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026

    Peluang Hujan Samarinda Masih Kecil, OMC Terus Diupayakan

    September 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.