Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan
    Ekonomi

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadisdag Kota Samarinda, Nurrahmani saat diwawancarai sejumlah wartawan di DPRD Kota Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan forum group discussion (FGD) untuk membahas penataan dan pengelolaan Pasar Pagi setelah masih terdapat sekitar 700 pedagang yang belum menempati lapak di pasar tersebut.

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, FGD nantinya melibatkan sejumlah pihak, termasuk para pakar dan event organizer (EO), untuk memberikan masukan mengenai konsep Pasar Pagi ke depan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada saat ini.

    “Sepakat nanti mungkin ada FGD dari pakar dan lain-lain. Mau meredesain seperti apa Pasar Pagi dengan kondisi yang seperti ada sekarang ini,” ujar Nurrahmani, Jumat, 21 Agustus 2026.

    Ia menjelaskan Pemkot Samarinda juga telah membentuk tim gabungan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait penataan Pasar Pagi. Tim tersebut melibatkan Satpol PP, Inspektorat, Bagian Aset, Bagian Hukum, serta sejumlah perangkat daerah lainnya.

    Menurutnya tim tersebut nantinya tidak hanya melihat persoalan dari sisi penertiban, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi dan berbagai aspek lainnya sebelum mengambil tindakan setelah batas waktu 31 Agustus.

    “Enggak mungkin langsung. Kami juga enggak sanggup kalau langsung dibredel. Mendengar dulu apa pendapat Satpol, Inspektorat, Bagian Hukum dan lain-lain. Perkembangan ekonomi juga harus diperhatikan,” jelasnya.

    Nurrahmani menegaskan tanggal 31 Agustus tetap menjadi batas waktu yang menjadi acuan pemerintah. Namun, ia memastikan tidak akan ada tindakan secara langsung terhadap pedagang yang belum menempati lapak.

    Ia menyebut pemerintah akan menjalankan sejumlah tahapan dan prosedur terlebih dahulu, termasuk melakukan verifikasi serta pembahasan bersama tim gabungan.

    “Kalau enggak ada sinyal enggak selesai-selesai. Jadi harus ada sinyal dulu,” katanya.

    Di sisi lain Nurrahmani menyebut jumlah pedagang yang telah masuk ke Pasar Pagi mulai mengalami peningkatan, meski masih berada di kisaran 700-an pedagang yang belum menempati pasar.

    “Kelihatannya nambah. Nambah sudah, nambah lebih berkurang sedikit. Karena teman-teman pendataan di lapangan sudah mulai,” tuturnya.

    Selain penataan Pemkot Samarinda juga mendorong kegiatan yang dapat menarik masyarakat datang ke Pasar Pagi. Salah satunya melalui pasar murah dan berbagai event yang melibatkan pedagang di dalam pasar.

    Namun ia menegaskan kegiatan tersebut harus tetap memberikan manfaat bagi pedagang Pasar Pagi. Pihak luar tidak diperbolehkan mengambil ruang untuk berjualan di dalam pasar.

    “Yang kita mau pedagang yang menikmati itu. Kalau event-nya dari luar misalnya lomba melukis, boleh. Nanti yang berdampak kan pedagang di dalam. Tapi kalau untuk jualan, kita minta pedagang di dalam,” pungkasnya.

     

    Disdag Samarinda Nurrahmani Pasar Pagi Samarinda Pedagang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    200 Hektare Sawah di Samarinda Belum Panen Terancam Kekeringan

    Agustus 21, 2026

    13 Kelurahan di Samarinda Rawan Pangan, GPM Jadi Intervensi Pemerintah

    Agustus 20, 2026

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Deni Usul Pengelolaan Hulu Diperkuat untuk Antisipasi Limpasan Air ke Samarinda

    Agustus 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Andika SaputraAgustus 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi mendorong…

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan 42 Tandon untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Air

    Agustus 21, 2026

    Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

    Agustus 21, 2026
    1 2 3 … 3,289 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.