Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan 42 tandon sebagai langkah antisipasi apabila kemarau panjang dan dampak El Nino mengganggu pasokan air bersih kepada masyarakat.
Skema tersebut disiapkan sebagai cadangan jika distribusi air melalui sistem normal mengalami kendala akibat terganggunya ketersediaan air baku.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan, tandon tersebut akan ditempatkan pada sejumlah titik yang dianggap strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
“Jadi nanti disiapkan tandon di beberapa titik-titik sentral itu, kemudian tandon itu dikasih kran,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dengan skema tersebut, masyarakat nantinya dapat mengambil air langsung dari titik yang telah disiapkan sebab tidak memungkinkan pendistribusian air dilakukan secara langsung ke setiap rumah.
Tandon tersebut nantinya akan diisi kembali menggunakan mobil tangki. Pemerintah akan menyiapkan armada yang diperlukan untuk memastikan ketersediaan air pada titik distribusi.
“PDAM tinggal ngisi,” sebutnya.
Kebutuhan mobil tangki juga tidak akan hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah akan mengupayakan dukungan dari berbagai pihak apabila armada tambahan diperlukan.
“Mobil tangki kan banyak, kami bisa minta bantuan ke macam-macam nanti,” katanya.
Dalam perencanaannya, Pemkot Samarinda juga mulai memetakan lokasi penempatan sarana tersebut. Marnabas menyebut terdapat sekitar 44 titik yang sedang dilihat untuk menentukan lokasi yang tepat.
Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Pemerintah ingin titik distribusi berada pada lokasi yang dapat dijangkau masyarakat di sekitarnya.
Marnabas mengaku skema tersebut juga disiapkan dengan mempertimbangkan pengalaman Samarinda menghadapi kondisi kekeringan pada 1997. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menyiapkan titik-titik distribusi air sejak dini, sehingga tidak harus menunggu gangguan terjadi baru melakukan penanganan.
Selain tandon, kesiapan armada pengangkut juga menjadi bagian penting dari skenario tersebut.
“Karena tandon hanya dapat berfungsi apabila pasokan air untuk mengisinya dapat disiapkan. Karena itu, pemerintah akan mengandalkan kerja sama lintas pihak dalam pelaksanaannya,” tandasnya.

