Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan
    Pemerintah

    Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 21, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, saat diwawancarai awak media, Jumat, 21/8/2026. (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi perhatian menyusul tingginya kemunculan titik panas atau hotspot. Pemerintah Provinsi Kaltim mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran lahan untuk mencegah kebakaran meluas dan memperburuk kondisi asap.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, jumlah hotspot di Kaltim rata-rata mencapai sekitar 500 titik dalam sehari.

    Ia menyebut peningkatan juga terlihat dari jumlah kejadian kebakaran. Pada 19 Agustus 2026 tercatat sekitar 20 kejadian kebakaran, meski sejumlah wilayah seperti Berau disebut belum seluruhnya masuk dalam laporan.

    “Rata-rata dilaporkan 500 per harinya hotspot-nya. Tapi kejadian hari kemarin tanggal 19 itu 20-an kejadian. Itu pun beberapa daerah seperti Berau belum masuk,” ujar Buyung, Jumat 21 Agustus 2026.

    Menurutnya tingginya titik panas tersebut perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

    Buyung meminta masyarakat mematuhi edaran larangan pembakaran lahan yang telah dikeluarkan pemerintah.

    Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang menemukan api segera melakukan pengawasan sehingga kebakaran tidak meluas.

    “Kalau pun sudah terjadi tolong diawasi dengan baik sehingga tidak melebar. Karena efeknya sudah mengganggu, asapnya sudah mengganggu,” katanya.

    Pemerintah juga telah meminta wali kota dan bupati untuk meneruskan sosialisasi larangan pembakaran lahan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan, kelurahan, desa, bahkan RT.

    Buyung menyebut Kabupaten Paser menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak dalam beberapa hari terakhir.

    Berdasarkan pemantauan sementara, jumlah titik di wilayah tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari 70 titik dalam kurun waktu tiga hari.

    “Kalau saat ini kejadian paling banyak Paser. Mungkin sekitar hampir 70 lebih. Itu dari tiga hari yang lalu,” jelasnya.

    Sementara terkait dugaan kebakaran di area konsesi perkebunan BPBD Kaltim masih menghimpun data dari instansi terkait.

    Pemantauan dilakukan bersama Dinas Perkebunan dan Kehutanan dengan memperhatikan titik panas yang berada di wilayah perkebunan, kawasan hutan, maupun area penggunaan lain.

    Buyung mengatakan pihaknya saat ini belum menerima laporan mengenai kebakaran yang terjadi di dalam area konsesi perusahaan.

    Di tengah kondisi kemarau Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan usulan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan.

    Buyung mengatakan pemerintah provinsi sedang menyusun draf usulan yang nantinya akan diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah mendapat persetujuan dan tanda tangan Gubernur Kaltim.

    Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu opsi yang disiapkan mengingat kondisi Kaltim telah memasuki status darurat provinsi dan sejumlah daerah juga telah mengajukan usulan serupa.

    Di sisi lain, Buyung menyebut Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga berencana melakukan operasi modifikasi cuaca secara mandiri.

    “Dari informasi Otorita IKN, mereka dengan biaya sendiri akan melakukan operasi modifikasi cuaca. Kalau tidak salah tanggal 22 sampai 27,” ungkapnya.

    Ia berharap kegiatan tersebut turut memberikan dampak terhadap wilayah sekitar IKN, khususnya Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan.

    Terkait kondisi kualitas udara dan jarak pandang, Buyung mengatakan pemantauan terus dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Ia menyebut kondisi kabut asap dapat berubah dari waktu ke waktu. Beberapa wilayah sempat mengalami kondisi asap yang lebih pekat, tetapi saat ini konsentrasinya masih relatif tipis.

    Berdasarkan pemantauan data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), kondisi asap terpantau di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Paser, Samarinda, dan Berau.

    Namun, terkait keamanan penerbangan dan jarak pandang di bandara, Buyung menegaskan kewenangan penetapan kondisi tersebut berada pada pihak terkait, termasuk otoritas bandara.

    “Kalau untuk penerbangan, kami bukan kewenangan. Nanti dari pihak bandara yang menyatakan,” pungkasnya.

     

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan karhutla Kebakaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan 42 Tandon untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Air

    Agustus 21, 2026

    Salat Istisqa Digelar di Kaltim, Pemprov Berharap Hujan Segera Turun

    Agustus 21, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    130 PNS Samarinda Terima Satyalancana, Tekankan Makna Pengabdian kepada Negara

    Agustus 20, 2026

    Jalan Pengalih Perdau-Tepian Langsat Resmi Beroperasi, Gubernur Tagih Jalur Pengganti 14 Km

    Agustus 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Andika SaputraAgustus 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi mendorong…

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan 42 Tandon untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Air

    Agustus 21, 2026

    Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

    Agustus 21, 2026
    1 2 3 … 3,289 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.