Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia
    Pemerintah

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    R’syaBy R’syaAgustus 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy saat diwawancarai, Kamis, 20 Agustus 2026. (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di tengah kondisi kemarau. Hingga 20 Agustus 2026, tercatat 72 kejadian karhutla di wilayah Samarinda.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, dari evaluasi pemerintah, aktivitas manusia menjadi penyebab dominan terjadinya kebakaran.

    “Hampir 99 persen itu dilakukan oleh orang,” ujarnya di Balai Kota Samarinda, Kamis, 20 Agustus 2026.

    Menurut Marnabas, aktivitas tersebut bisa berupa pembukaan lahan dengan cara dibakar maupun kejadian yang tidak disengaja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

    Karena itu, pemerintah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api selama kondisi kemarau.

    Imbauan tersebut nantinya diperkuat melalui camat dan lurah. Pemerintah meminta aparatur di tingkat wilayah menyampaikan langsung kepada masyarakat mengenai larangan membakar lahan dan pentingnya mencegah sumber api.

    Marnabas menegaskan pemerintah tidak ingin penanganan baru dilakukan setelah kebakaran terjadi. Pencegahan dinilai lebih penting karena sebagian besar kejadian berasal dari aktivitas manusia.

    “Lewat media ini juga saya berharap masyarakat tolonglah, jaga, jangan sampai buang puntung rokok sembarangan atau sengaja membakar lahan,” pesannya.

    Selain memberikan imbauan, Pemkot Samarinda juga mulai meminta aparat penegak hukum melihat kemungkinan tindakan terhadap pihak yang tetap melakukan pembakaran setelah diberikan peringatan. Namun, pendekatan pemerintah saat ini masih mengedepankan pembinaan dan persuasif kepada masyarakat.

    “Sekarang kita masih dalam bentuk pembinaan. Dikasih tahu, dihimbau, jangan melakukan ini,” ucapnya.

    Apabila setelah pembinaan masih ditemukan pelanggaran, langkah penindakan nantinya menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Karena ada undang-undangnya,” jelasnya.

    Untuk mendukung pencegahan, BPBD juga diminta mencari titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya karhutla. Pemetaan tersebut diperlukan agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak awal.

    Marnabas kembali meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan selama kondisi kemarau.

    “Jangan membakar di lahan, dalam kondisi begini ayo kita jaga sama-sama,” serunya.

     

    karhutla Kasus Kebakaran Kebakaran Marnabas Patiroy Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    130 PNS Samarinda Terima Satyalancana, Tekankan Makna Pengabdian kepada Negara

    Agustus 20, 2026

    Jalan Pengalih Perdau-Tepian Langsat Resmi Beroperasi, Gubernur Tagih Jalur Pengganti 14 Km

    Agustus 20, 2026

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Wawali: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Masyarakat

    Agustus 18, 2026

    Jalan Poros Samarinda–Tenggarong Ditutup Total, Pemerintah Siapkan Jalur Alternatif Usai Longsor

    Agustus 18, 2026

    Kesbangpol Samarinda Ingatkan Parpol Hindari Hoaks dan Isu SARA yang Bisa Picu Perpecahan

    Agustus 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    R’syaAgustus 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian…

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026

    Ismail Latisi Soroti Kekurangan Guru di Samarinda, Dorong Pengangkatan ASN

    Agustus 20, 2026

    Tren Lari Makin Besar, Industri Olahraga Ikut Tumbuh

    Agustus 20, 2026
    1 2 3 … 3,287 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.