Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Ekowisata Rotan Long Beliu, Penjaga Hutan dan Meningkatkan Kesejahteraan
    Artikel

    Ekowisata Rotan Long Beliu, Penjaga Hutan dan Meningkatkan Kesejahteraan

    LarasBy LarasJanuari 29, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Olahan kerajinan dan makanan berbahan dasar rotan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Berau – Kampung Long Beliu di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis dalam memaksimalkan potensi rotan sebagai komoditas unggulan.

    Dengan memanfaatkan insentif dari skema Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF), masyarakat mulai mengembangkan ekowisata berbasis rotan, mengintegrasikan konservasi hutan dengan peningkatan kesejahteraan.

    Sebagai penghasil rotan terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan Tengah (Kalteng), Kaltim selama ini lebih banyak mengekspor rotan mentah dengan harga rendah tanpa nilai tambah.

    Kampung Long Beliu berusaha mengubah pola tersebut dengan mengolah rotan secara lokal dan mengembangkan produk turunannya.

    Langkah ini bukan hanya memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi menjaga hutan, mengingat rotan hanya tumbuh dengan baik di kawasan yang memiliki tegakan pohon alami.

    Pemerintah Kampung Long Beliu bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Pilar Indonesia, serta didukung oleh pemerintah daerah melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, menghadirkan pengalaman wisata berbasis rotan yang unik.

    Wisatawan yang datang dapat menikmati susur sungai dengan ketinting, mengunjungi rumah produksi anyaman rotan, mencoba langsung proses menganyam, hingga menjelajahi hutan dan menikmati kuliner khas suku Dayak Gaai dan Kenyah.

    Manajer Senior Program Terestrial YKAN Niel Makinuddin mengatakan bahwa keberlanjutan rotan berperan penting dalam menjaga ekosistem hutan.

    “Sebab rotan bisa tumbuh dan memiliki kualitas baik jika ada tegakan pohon sebagai tempat merambat. Dengan demikian, masyarakat secara tidak langsung akan semakin bertanggung jawab menjaga tegakan pepohonan di hutan tempat merambatnya rotan yang mereka budayakan tersebut,” ungkapnya melalui akun Instagram resmi YKAN_id.

    Indonesia memiliki 622 spesies rotan yang tersebar di berbagai wilayah, dengan Kalimantan sebagai habitat utama bagi 132 spesies di antaranya. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, hampir seluruh bagian tanaman rotan memiliki kegunaan.

    Pucuk batang mudanya bisa diolah menjadi makanan, daunnya digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional dan bahan kertas ramah lingkungan, sementara buahnya dapat dijadikan pewarna alami serta bahan herbal. Di beberapa daerah, akar rotan bahkan digunakan sebagai obat tradisional untuk patah tulang dan perawatan pascamelahirkan.

    Melalui ekowisata berbasis rotan ini, Kampung Long Beliu bukan hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga hutan sebagai ekosistem penyangga kehidupan.

    Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berperan aktif dalam pemanfaatan rotan secara berkelanjutan diharapkan industri rotan Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mampu menciptakan produk berkualitas tinggi yang memiliki daya saing global.

    Berau Long Beliu Rotan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.