Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif

    Juli 18, 2026

    KONI Samarinda Matangkan Kesiapan 64 Cabang Olahraga, Hadapi Porprov 2026

    Juli 18, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Efek Permintaan MBG Mulai Terasa, Harga Telur Ayam Ras Mulai Naik
    Ekonomi

    Efek Permintaan MBG Mulai Terasa, Harga Telur Ayam Ras Mulai Naik

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Harga Telur di Samarinda merangkak naik (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Stok telur ayam ras masih aman, tapi harga telur ayam ras di Kota Samarinda mulai mengalami kenaikan setelah harga di tingkat pemasok dari Pulau Jawa berangsur pulih.

    Meski stok masih aman, pedagang memperkirakan harga telur masih berpotensi meningkat. Seiring naiknya permintaan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

    Pemilik Toko CV Mahakam Lestari di Jalan AM Sangaji, Muhammad Sukri mengatakan, harga telur dari daerah pemasok kini berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram. Angka tersebut naik dibanding sebelumnya, yang hanya sekitar Rp19 ribu per kilogram.

    “Sebelumnya Rp19 ribu per kilo, sekarang Rp22 ribu,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.

    Kenaikan harga dari tingkat pemasok tersebut mulai berdampak pada harga jual di Samarinda.

    Saat ini, telur dijual sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per piring, naik dibanding sebelumnya yang masih berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per piring.

    Meski demikian, Sukri memastikan, kenaikan harga bukan disebabkan oleh terganggunya distribusi ataupun kelangkaan stok.

    Pasokan telur dari luar daerah masih berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

    Menurutnya, kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh kondisi peternak yang sebelumnya mengalami kerugian akibat harga jual telur berada di bawah biaya produksi. Kini harga mulai kembali ke level yang dinilai lebih wajar bagi peternak.

    “Sekarang harga mulai berangsur kembali normal,” katanya.

    Sukri menambahkan, tren kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya permintaan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan bersamaan dengan dimulainya kembali aktivitas sekolah.

    Menurut dia, kebutuhan telur dari berbagai sektor diperkirakan akan meningkat sehingga dapat mendorong harga di pasaran.

    Dijelaskan, harga telur di tingkat pemasok dari Pulau Jawa pernah berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram.

    Setelah ditambah ongkos distribusi menuju Samarinda sekitar Rp1.000 per kilogram, harga jual di tingkat pedagang otomatis ikut menyesuaikan.

    “Ini kemungkinan masih naik terus, bisa lebih tinggi dari Rp45 ribu per piring,” ujarnya.

    Meski harga mulai merangkak naik, pedagang berharap pasokan tetap lancar. Sehingga kenaikan tidak terlalu tajam dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

    Dengan distribusi yang stabil, kebutuhan telur di Samarinda diyakini masih dapat terpenuhi dalam beberapa waktu ke depan.

     

    Harga Telur Kenaikan Harga Telur Pedagang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif

    Juli 18, 2026

    Harga Cabai Rawit Sekarang Murah, Pasar Lesu Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    Juli 17, 2026

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    Juli 16, 2026

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Juli 16, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Harga Bapokting di Samarinda Turun, Pemkot Soroti Distribusi BBM dan LPG

    Juli 15, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif

    Nur AjijahJuli 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Khaliq mengatakan,…

    KONI Samarinda Matangkan Kesiapan 64 Cabang Olahraga, Hadapi Porprov 2026

    Juli 18, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026

    Efek Permintaan MBG Mulai Terasa, Harga Telur Ayam Ras Mulai Naik

    Juli 18, 2026

    Intensitas Skrining HIV Mampu Jaring Penderita Risiko Tinggi

    Juli 18, 2026
    1 2 3 … 3,223 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.