Insitekaltim, Samarinda – Stok telur ayam ras masih aman, tapi harga telur ayam ras di Kota Samarinda mulai mengalami kenaikan setelah harga di tingkat pemasok dari Pulau Jawa berangsur pulih.
Meski stok masih aman, pedagang memperkirakan harga telur masih berpotensi meningkat. Seiring naiknya permintaan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
Pemilik Toko CV Mahakam Lestari di Jalan AM Sangaji, Muhammad Sukri mengatakan, harga telur dari daerah pemasok kini berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram. Angka tersebut naik dibanding sebelumnya, yang hanya sekitar Rp19 ribu per kilogram.
“Sebelumnya Rp19 ribu per kilo, sekarang Rp22 ribu,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.
Kenaikan harga dari tingkat pemasok tersebut mulai berdampak pada harga jual di Samarinda.
Saat ini, telur dijual sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per piring, naik dibanding sebelumnya yang masih berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per piring.
Meski demikian, Sukri memastikan, kenaikan harga bukan disebabkan oleh terganggunya distribusi ataupun kelangkaan stok.
Pasokan telur dari luar daerah masih berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.
Menurutnya, kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh kondisi peternak yang sebelumnya mengalami kerugian akibat harga jual telur berada di bawah biaya produksi. Kini harga mulai kembali ke level yang dinilai lebih wajar bagi peternak.
“Sekarang harga mulai berangsur kembali normal,” katanya.
Sukri menambahkan, tren kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya permintaan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan bersamaan dengan dimulainya kembali aktivitas sekolah.
Menurut dia, kebutuhan telur dari berbagai sektor diperkirakan akan meningkat sehingga dapat mendorong harga di pasaran.
Dijelaskan, harga telur di tingkat pemasok dari Pulau Jawa pernah berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram.
Setelah ditambah ongkos distribusi menuju Samarinda sekitar Rp1.000 per kilogram, harga jual di tingkat pedagang otomatis ikut menyesuaikan.
“Ini kemungkinan masih naik terus, bisa lebih tinggi dari Rp45 ribu per piring,” ujarnya.
Meski harga mulai merangkak naik, pedagang berharap pasokan tetap lancar. Sehingga kenaikan tidak terlalu tajam dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Dengan distribusi yang stabil, kebutuhan telur di Samarinda diyakini masih dapat terpenuhi dalam beberapa waktu ke depan.

