Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Dua Tahun Berburu Resep Rahasia, Mantou Nyonyah Kini Jadi Primadona Oleh-oleh Khas Samarinda
    Samarinda

    Dua Tahun Berburu Resep Rahasia, Mantou Nyonyah Kini Jadi Primadona Oleh-oleh Khas Samarinda

    AbdiBy AbdiFebruari 3, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Owner Roti Mantou Nyonyah, Arum Musthika Dewi (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Membangun sebuah merek kuliner yang mampu bertahan melampaui satu dekade bukanlah pencapaian yang datang dalam semalam. Bagi Arum Musthika Dewi, pemilik usaha Mantou Nyonyah, kesuksesannya saat ini adalah buah dari keteguhan hati saat menghadapi penolakan dan kegagalan eksperimen bertahun-tahun yang lalu.

    Teks: Tampak depan toko Roti Mantou Nyonyah (Insitekaltim/Abdi)

    Sebelum roti mantounya dikenal luas, ia harus melewati perjuangan panjang berburu formula yang tepat di tengah minimnya akses informasi.

    Kisah ini dimulai pada tahun 2011. Saat itu, Arum hanyalah seorang penikmat roti mantou khas Tiongkok yang sering ia temui di Balikpapan.

    Karena belum memiliki keahlian membuat sendiri, ia memulai langkah bisnisnya sebagai reseller. Ia membawa roti dari Balikpapan untuk memenuhi permintaan warga Samarinda yang saat itu masih sulit menemukan kudapan serupa di toko-toko umum.

    Namun, kendala logistik mulai muncul. Sebagai kue basah tanpa pengawet, pengiriman menggunakan bus seringkali berisiko merusak kualitas roti.

    Keinginan Arum untuk memproduksi sendiri di Samarinda sempat terganjal karena produsen asalnya enggan berbagi ilmu.

    “Saat saya ajak kerja sama atau saya tanya resepnya, beliau tidak mau. Katanya itu resep rahasia keluarga. Dari situ saya tertantang. Maret 2013, saya memulai dengan nama sendiri, Mantou Nyonyah, meski saat itu saya masih meraba-raba cara membuatnya,” ungkap Arum.

    Tanpa mentor dan di era di mana tutorial YouTube tidak semasif sekarang, Arum bersama ibunya menjadikan dapur rumah sebagai tempat percobaannya. Selama hampir dua tahun, mereka mencoba berbagai macam resep hingga teknik pengukusan.

    Tantangan terbesarnya adalah menciptakan karakter mantou yang dwifungsi, yaitu lembut saat dikukus dan tidak hancur saat digoreng.

    “Mantou itu beda dengan bakpao. Kalau bakpao hanya dikukus selesai. Mantou harus bisa digoreng. Dulu, berkali-kali kami bikin, rasanya sudah enak tapi begitu masuk penggorengan langsung hancur atau menyerap minyak terlalu banyak. Itu kegagalan yang berulang-ulang sampai setahun lebih, baru ketemu komposisi yang benar-benar pas,” tambahnya.

    Setelah berhasil menemukan resep kunci, Arum tidak berhenti. Pada 2014, ia melihat peluang di pasar oleh-oleh. Ia menyadari bahwa wisatawan membutuhkan kemasan yang lebih eksklusif dan daya tahan produk yang lebih terjamin untuk perjalanan jauh.

    Lahirlah usaha Mantou Lady. Mantou ini diposisikan sebagai produk premium. Selain kemasan kotak yang lebih elegan, kandungan susunya ditingkatkan untuk memberikan tekstur yang lebih creamy.

    Mantou Nyonyah tidak hanya nikmat dinikmati rotinya saja, kini dapat disajikan dengan berbagai varian toping sebagai pelengkap rasa ketika memakannya.

    Komitmen pada kualitas ini pula yang membuatnya bertahan meski pasar sempat lesu. Arum bahkan berani menjamin bahwa produknya tidak menggunakan pengawet kimia, sehingga aman dikonsumsi meski risikonya adalah masa kedaluwarsa yang singkat.

    Ujian terberat Mantou Nyonyah terjadi saat pandemi COVID-19 melanda. Arum menceritakan betapa ia harus berjuang napas di ujung tanduk demi mempertahankan karyawannya. Penurunan omzet yang drastis membuatnya harus mengambil keputusan pahit.

    “Waktu pandemi karyawan sisa tiga orang. Kami benar-benar ngos-ngosan untuk bayar gaji. Saya sampai harus menjual properti pribadi demi memastikan gaji mereka tetap terbayar. Saya katakan ke mereka, kondisi sedang sulit, produksi tidak menentu, tapi alhamdulillah mereka tetap setia mendampingi saya,” kenangnya haru.

    Kini, Mantou Nyonyah telah kembali berdiri tegak. Sejak menempati gerai baru di pinggir Jalan A.M Sangaji pada Juli 2025, Arum memperluas konsep bisnisnya.

    Ia tidak lagi hanya fokus pada produksinya sendiri, tetapi juga merangkul rekan-rekan UMKM di Samarinda dan sekitarnya. Gerainya kini menjadi pusat oleh-oleh di mana pelanggan bisa menemukan amplang dari berbagai daerah berada di satu tempat.

    Strategi ini tidak hanya meningkatkan kunjungan ke tokonya, tetapi juga membangun ekosistem saling dukung antar pelaku usaha lokal. Dari sebuah usaha yang dimulai dengan mencuri-curi ilmu lewat internet, kini Mantou Nyonyah telah bertransformasi menjadi pemasok bagi katering, hotel, dan kafe-kafe di Samarinda.

    “Prinsip saya hanya satu, kualitas tidak boleh dikompromi. Nawar harga boleh, tapi rasa dan bahan premium adalah identitas Mantou Nyonyah yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya dengan tegas.

     

    Arum Musthika Dewi Kuliner Mantao Nyonyah Oleh-oleh Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    SintaOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencermati arah kebijakan nasional dalam memperkuat tata…

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,387 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.